Ilustrasi
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah mendadak membatalkan menaikan harga premium menjadi Rp 7.000 per liter. Hal itu dibenarkan Setyawan, pemilik SPBU terbesar di Pacitan, setelah mendapatkan informasi pasti dari pihak Pertamina.
"Pemerintah akhirnya membatalkan rencana kenaikan premium. Sehingga saat ini harga premium masih tetap di Rp 6.550 per liter," ujarnya, Rabu (10/10) sore.
BACA JUGA:
- Heboh Isu Kenaikan Harga BBM per 1 April, Pertamina Tegaskan Belum Ada Pengumuman Resmi
- Strategi Hemat Energi Tanpa Mengorbankan Produktivitas
- OJK Percepat Reformasi Pasar Modal Guna Perkuat Likuiditas dan Kepercayaan Investor
- Peran Doktor Ekonomi dalam Merumuskan Arah Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045
Iwan, begitu pengusaha migas asal Madiun ini karib disapa mengatakan, awalnya memang akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi jenis premium tersebut. Namun setelah dilakukan konfirmasi dengan Pertamina, rencana tersebut dibatalkan.
"Pemerintah masih menunggu perhitungan dari pihak Pertamina untuk menaikkan harga premium," tegasnya. (yun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




