Masjid Agung Gresik di Jalan Dr. Wahidin SH, Kebomas.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - DPRD Gresik diminta mempertimbangkan lagi persetujuan atas rencana Bupati Sambari Halim Radianto membangun Masjid Agung di wilayah Kecamatan Balongpanggang. Permintaan ini disampaikan Ketua Bidang Pembangunan Masjid Agung Gresik (MAG), Masykur Haz kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (1/11/2018).
Pasalnya, ia khawatir masjid agung yang bakal dibangun di Balongpanggang itu bakal bernasib sama dengan MAG di Jalan Dr. Wahidin SH Kecamatan Kebomas. Menurutnya, MAG yang dibangun dengan APBD puluhan miliar itu terkesan ditelantarkan.
BACA JUGA:
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
"Pemkab Gresik memang sudah tak memperhatikan kondisi MAG. Padahal tempat ibadah itu aset Pemkab Gresik yang dibangun dengan APBD," ujar Masykur Haz.
Masykur pun kemudian membandingkan dengan bangunan aset milik Pemkab Gresik seperti kantor, dan lainnya. "Jadi, MAG ini perhatian Pemkab Gresik tak sesuai dengan kantor. Kalau kantor selalu mendapatkan perhatian dari APBD. Jika ada kerusakan ada anggaran perbaikan. Tapi, MAG sebaliknya. Tak ada dana untuk perbaikan maupun pemeliharaan dari pemerintah setempat. Padahal MAG sama-sama aset pemerintah," ungkap mantan Anggota DPRD Gresik asal PKB ini.
Karena itu, ia mengatakan jika selama ini pengurus MAG mencari biaya sendiri untuk menghidupi MAG. Mulai untuk biaya perawatan, membayar petugas kebersihan, dan lainnya. "Pengurus mengandalkan infaq dari masyarakat untuk kebutuhan operasionalnya. Seperti baru-baru ini kami ngecat habis 300 juta. Itu semua bantuan dari masyarakat," paparnya.
Masykur mengungkapkan, bahwa pengurus menginginkan MAG benar-benar dimakmurkan dengan ikut campur tangannya pemerintah seperti masjid-masjid agung di daerah lain. "Tapi, Pemerintah Gresik sudah tak peduli lagi," terangnya.
"Pemkab Gresik telah melepas 100 persen tangung jawab terhadap MAG sejak pemerintahan Bupati Sambari. Sejak itu, tak ada bantuan sama sekali baik untuk pembangunan fisik, operasional dan lainnya," jlentrehnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




