Lepas Jalan Sehat HUT Provinsi Jatim ke-73, Pakde Karwo Petakan Daerah Rawan

Lepas Jalan Sehat HUT Provinsi Jatim ke-73, Pakde Karwo Petakan Daerah Rawan Dr. H. Soekarwo dan Ibu Dra. Hj. Nina Soekarwo melepas peserta jalan sehat dalam rangka HUT Ke 73 Prov Jatim di Grahadi.

"Untuk itu, kita sudah kirim surat, daerah mana saja yang rawan terutama longsor dan banjir. Kamis sudah memetakannya dan menyusun beberapa solusinya," terangnya.

Untuk rawan banjir, Pakde Karwo menyampaikan beberapa solusi yang akan dilakukan. Yakni dengan langkah pengerukan sungai dan peninggian di kawasan sekitar Bengawan Solo. Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya longsor, Pemprov Jatim melakukan penanaman pohon tegakan yang mampu menyerap air dan memiliki akar ke samping.

"Tegakan itu, juga bisa menahan longsor. Maka, masyarakat di daerah sekitar rawan longsor bisa bekerja sama dengan perhutani dengan menanam pohon seperti mahoni atau trembesi. Karena, karakter masyarakat kita lebih suka menanam sengon yang 5-6 tahun bisa dipanen," tegasnya.

Selain antisipasi rawan bencana, pada kesempatan itu, Pakde Karwo juga menyampaikan soal kerja sama perdagangan antar provinsi. Pakde Karwo berharap, kerja sama yang dibangun bisa meningkat terutama untuk mengurangi ketergantungan impor dari negara lain.

"Jangan ada lagi impor selama bahan bakunya tersedia di dalam negeri. Caranya, melakukan hubungan perdagangan dengan provinsi lain," jelasnya.

Dicontohkannya, jika bahan baku di Jatim kurang, namun di provinsi lain ada, bisa di kerja samakan. Tak hanya itu, segala keperluan seperti nikel, agro, bawang putih, kedelai juga bisa dilakukan kerjasama perdagangan. "Cara ini menjadi bagian solusi dari mengurangi ketergantungan kita mengatasi impor bahan baku dari negara lain," imbuhnya.

Bentuk kerja sama lain yang bisa dilakukan, sebut Pakde Karwo, bisa dengan wilayah yang memiliki perbedaan iklim, seperti di daerah sebelah khatulistiwa. Karena, menurut Pakde Karwo, di wilayah tersebut ada yang sudah hujan dan masih kemarau. Kondisi tersebut biasanya memiliki komoditi unggulan. Dan keunggulan tersebut bisa dilakukan kerjasama perdagangan antar daerah.

"Bisa saja di Kalimantan cabe bagus, tapi di daerah Sulawesi membutuhkan. Juga DKI Jakarta jika ingin mengambil/membeli beras dari daerah lain bisa dilakukan," pungkasnya. (ian/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO