Para supporter Persibo berkumpul untuk membahas masa depan tim. foto: EKY NURHADI/ BANGSAONLINE
Sally Atyasasmi manajer keuangan Persibo mengatakan, pertemuan seperti ini ke depan akan terus dilakukan, sebagai upaya komunikasi serta transparansi tim Persibo.
"Jadi pertemuan ini bukan bahas politik, tetapi murni untuk kelancaran dan keberhasilan Persibo ke depan. Malam ini banyak sekali masukan yang diberikan, semoga apa yang kita cita-citakan yaitu Persibo lolos Liga 2 tercapai," ucapnya.
Musim depan, Sally dan Umar mematok target Persibo lolos ke kasta Liga 2. Apalagi para suporter, otomatis sangat menginginkan.
"Kita sudah komunikasi dengan berbagai pihak termasuk Bupati Bojonegoro baru (Anna Muawwanah), beliau siap membantu pendanaan Persibo entah nanti teknisnya seperti apa," tega Sally Atyasasmi.
Sekadar diketahui, Persibo Bojonegoro pernah berjaya pada zamannya. Musim 2009-2010 Persibo menjadi juara Divisi Utama (saat ini Liga 2, red), kemudian 2011 tim berjuluk Laskar Angling Dharma ini berlaga di Liga Super Indonesia (kini Liga 1).
Kejayaan Persibo tidak berhenti d isitu, 2012 Persibo Bojonegoro mencatatkan sejarah sebagai tim Juara Piala Indonesia, dan mendapat gelar the giant killers (pembunuhan tim raksasa). Persibo sebagai juara bertahan Piala Indonesia hingga pertengahan 2018 kemarin, setelah pada laga pembukaan kalah melawan Madura United.
Persibo mengalami keterpurukan pada 2012. Gara-gara menyebrang ke kompetisi Liga Premier Indonesia (LPI) yang berstatus liga tandingan dari Liga Super Indonesia, Persibo dihukum PSSI.
Padahal, kala itu Persibo sedang melakoni beberapa pertadingan di Piala AFC Cup. Namun karena sedang diguncang berbagai persoalan, performa Persibo di AFC jeblok. Persibo pun beberapa pertadingan mengalami kekalahan cukup besar.
2016 nama Persibo kembali diputihkan oleh PSSI. Persibo pun bisa berkompetisi di liga resmi. Namun harus dari kompetisi terendah, yakni Liga 3 Regional Jatim.
Musim 2017-2018 Persibo menjalani kompetisi di Liga 3, namun dua musim gagal melangkah ke kasta Liga 2.
Meski bermain di Liga 3, Persibo Bojonegoro merupakan tim yang beruntung, karena punya suporter yang militan dan loyal. Beberapa kelompok suporter Persibo selalu mendukung baik saat laga di kandang maupun tandang.
Bahkan Persibo tercatat sebagai salah satu tim di Liga 3 yang memiliki jumlah suporter besar selain Persekabpas Pasuruan ataupun Arema Indonesia.
Suporter besar itu mengharapkan timnya lekas naik kasta Liga 2. Terus mensuport manajemen hingga membantu pendanaan bakal kembali dilakukan seperti pada kompetisi sebelumnya.
Di dada mereka tertanam dalam nama Persibo. Bahkan, Persibo adalah detak jantung mereka. (nur/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




