Tim Polresta Sidoarjo saat menerima piala.
Dalam kegiatan ini, hadir pula Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin. Pejabat asal Waru yang akrab disapa Cak Nur tersebut juga mengaku sangat yakin sinergitas yang bagus antarinstansi dan wartawan di Sidoarjo juga berdampak positif terhadap kemajuan Sidoarjo.
"Kalau media mainstream, saya yakin tidak akan menyebarkan berita hoaks. Tapi di era serba digital seperti sekarang ini, berita-berita bohong begitu banyak beredar di media sosial dan sebagainya," kata Cak Nur.
Karena itu, menurut Wabup, perang terhadap hoaks adalah komitmen yang harus selalu dijaga. Dengan sinergitas yang baik, berita-berita bohong harus terus dilawan.
Apalagi di masa-masa pemilu seperti sekarang. "Mari kita berkompetisi yang baik, yang fair. Termasuk dalam kompetisi politik, jangan pakai berita hoaks, black campaign, fitnah, dan sebagainya. Mari kita beradu prestasi, ada konsep, gagasan, dan ide-ide positif," pesan dia.
Bahkan, masih kata Cak Nur, berita bohong itu bukan hanya menyesatkan. Tapi hoaks juga merupakan sesuatu yang dimurkai oleh Tuhan.
Acara futsal ini memang tujuan utamanya untuk menjaga sinergitas antarinstansi dan bersama-sama memerangi berita hoaks. "Dan di tahun politik ini, teman-teman wartawan Sidoarjo yang hobi futsal ingin berbuat sesuatu. Setidaknya, ikut bersama-sama dalam menjaga Pemilu Damai di Sidoarjo," ujar Abdul Rouf, ketua panitia acara.
Turnamen futsal digelar dengan sistem dobel trofeo. Enam tim dibagi menjadi dua grup, kemudian masing-masing juara grup berhak melaju ke final.
Tim futsal Pemkab Sidoarjo jadi juara Grup A dan Polresta Sidoarjo juara grup B. Yang dalam laga final, Tim Futsal Polresta Sidoarjo keluar sebagai juara setelah menumbangkan Pemkab Sidoarjo dengan skor telak 4-0. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




