Jumat, 04 Desember 2020 15:58

Prodi Sosiologi FISIB UTM Gelar Talk Show Tangkal Paham Radikalisme

Selasa, 22 Oktober 2019 20:13 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fauzi
Prodi Sosiologi FISIB UTM Gelar Talk Show Tangkal Paham Radikalisme
Suasana talk show yang digelar oleh Prodi Sosiologi FISIB UTM di Gedung Pertemuan UTM, Selasa (22/10/2019).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Program Studi Sosiologi FISIB - UTM menggelar talk show dengan tema "Menangkal Radikalisme Moderasi Beragama Kaum Millenial" di Gedung Pertemuan UTM, Selasa (22/10/2019).

Menariknya, seluruh peserta maupun narasumber dalam talk show memakai sarung. Termasuk pemateri Prof. Dr. Nur Sam, M.Si. dari UIN Sunan Ampel, Khoirul Rosyadi, Ph.D Dosen Sosiologi FISIB UTM, serta Abdul Faiz Aziz, S.Sos, M.Hum. dari UIN Sunan Kalijaga. Hadir juga Kapolres Bangkalan AKBP Rama sebagai keynote speaker.

Kepala Prodi Sosiologi UTM Hisnuddin Lubis, S.Sos., MA. melalui dosen Sosiologi Muhtazul Farid, S.Sos menjelaskan bahwa talk show ini sebagai langkah konkrit dari unit Program studi Sosiologi untuk menangkal paham radikalisme di kalangan kampus.

"Karena saat ini banyak mahasiswa di fakultas yang sudah terkena paham radikalisme. Namun alhamdulillah, di UTM belum ada mahasiswa yang sudah kena paham radikalisme, setidaknya belum terlihat," ujarnya

Farid berpesan kepada para mahasiswa akan bahaya laten radikalisme. "Gerakan paham radikalisme itu sangat rapi dan halus, sasaran rata-rata di grassroot. Oleh karena itu, talk show ini menjadi bagian dari skema umum menangkal radikalisme di kalangan kampus, serta penguatan wawasan kebangsaan dan moderasi Islam untuk generasi milenial," tuturnya.

Menurut Farid, paham radikal bisa tumbuh di mana saja, termasuk di kampus. "Karena pemikiran yang demikinan merupakan bagian dari mazdhab pemikiran keilmuan. Sebagai ilmu pengetahuan tidak apa-apa, tapi jangan dijadikan sebuah ideologi, sebatas khazanah keilmuan saja," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samatama Putra. Ia berahrap adanya talk show ini bisa mencegah mahasiswa terpapar paham radikalisme.

"Karena pintu masuk paham radikal lewat dunia pendidikan dan pesantren, oleh karena itu generasi muslim millenial saat ini memiliki kewajiban merawat keislaman dan ke-Indonesian secara bersama sama," kata Kapolres Rama. (uzi/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...