Sidoarjo Super Terus Bergerak Kampanyekan Kebaikan

Sidoarjo Super Terus Bergerak Kampanyekan Kebaikan Maskot Super W ikut asyik berjoget bersama warga di kompleks Pasar Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Komunitas Sidoarjo Super terus bergerak. Melalui berbagai aksinya, mereka terus berkampanye tentang kebaikan. Kebaikan untuk diri sendiri, sesama, dan kebaikan untuk lingkungan.

"Terutama kebaikan Sidoarjo," tandas Slamet Budiono, Ketua Gerakan Sidoarjo Super.

Minggu (24/11/2019) pagi, komunitas ini kembali menggelar flashmob. Kali ini kegiatan dilaksanakan di kompleks Pasar Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo.

Dalam aksinya, terlihat pertama seorang cewek menari sendirian dengan iringan lagu Tanah Air. Beberapa puluh menit kemudian, sejumlah remaja lain turut menari bersama.

Tak lama berselang, puluhan pemuda bersama masyarakat yang ada di sana larut dalam aksi Flashmob tersebut. Termasuk maskot Super W, ikut asyik berjoget bersama warga.

Seperti biasa, di sela flashmob mereka juga mengampanyekan sejumlah gerakan bersama menuju Sidoarjo Super. Termasuk ajakan untuk selalu menjaga kebersihan, kesehatan, ketertiban, kemanan, dan berbagai kebaikan bersama.

"Kami juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi berbuat baik dan jadi pahlawan bagi orang sekitar," sambung dia.

Diceritakannya, beberapa waktu lalu komunitas ini juga melakukan aksi sosial dengan menyeberangkan para siswa. Sebelumnya, maskot Super W juga ikut berolahraga di sela acara gerak jalan Mojokerto - Suroboyo.

Serta sejumlah kampanye lain seperti ajakan tidak membuang sampah sembarangan, dan sebagainya. "Terus bergerak, terus berbuat menuju Sidoarjo Super," tukas Slamet.

Ditanya tentang banyaknya kabar aksi percobaan penculikan siswa yang terjadi di Sidoarjo, Slamet juga mengajak masyarakat untuk peduli dan turut aktif menjaga keamanan sekitar.

"Tentu kemanan lingkungan juga menjadi tanggungjawab kita bersama. Apalagi anak-anak. Meski bukan anak kita, tetap saja kita harus peduli terhadap mereka. Jika melihat potensi kejahatan atau potensi bahaya mengancam anak-anak, kita harus melakukan sesuatu untuk mengamankannya," pungkasnya. (cat/rev)