NGAWI, BANGSAONLINE.com - Pasca terjadinya insiden kaburnya empat tahanan kasus narkoba di Polresta Malang Kotadua hari yang lalu, Polres Ngawi turut meningkatkan kewaspadaan dan penjagaan.
Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto menjelaskan bahwa yang dilakukan Polres Ngawi telah memenuhi standar dalam penjagaan dan pengawasan. Akan tetapi dengan terjadinya insiden kaburnya empat tahanan dari Polresta Malang Kota, pihaknya akan lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan.
BACA JUGA:
- Dua Personel Polres Ngawi Wakili Polda Jatim di Kejuaraan Judo dan Beladiri Kapolri Cup 2026
- Satresnarkoba Polres Ngawi Bekuk Pengedar Sabu, BB 223 Gram Disita
- Peringati Hardiknas, Perwira Polres Ngawi Jadi Pembina Upacara di 19 Sekolah
- Ngopi Bareng Awak Media, Kapolres Ngawi Kuatkan Sinergi dan Kolaborasi
"Kalau dari sistem penjagaan sudah dalam tingkat standar, cuman kita lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap tahanan," jelas AKBP Dicky kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (11/12).
Termasuk perlakuan pada pembesuk, di antaranya pemeriksaan pada barang bawaan yang dilakukan setiap jeda waktu oleh anggota Propam. Sedangkan untuk waktu kunjung pada tahanan tetap dua kali dalam sepekan, yaitu hari Selasa dan Kamis. Dan yang istimewa setiap hari Rabu dilakukan pembinaan rohani yang diisi dari Ponpes Temboro.
"Untuk yang sudah menjadi rutinitas tetap berjalan seperti biasa. Hanya pada anggota Tahti (tahanan barang bukti) lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan," pungkasnya. (nal/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




