Senin, 18 Januari 2021 08:49

Aliansi Kota Santri Desak Polisi Segera Tangkap Putra Kiai Pelaku Kekerasan Seksual

Rabu, 08 Januari 2020 13:44 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: Aan Amrulloh
Aliansi Kota Santri Desak Polisi Segera Tangkap Putra Kiai Pelaku Kekerasan Seksual
Ratusan pendemo saat berorasi sambil membentangkan poster di depan Mapolres Jombang. foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual melakukan unjuk rasa di depan Mapolres Jombang, Kamis (08/01/20). Mereka mendesak agar polisi mengusut tuntas kasus kekerasan seksual yang ada di wilayahnya.

Aksi tersebut dilatarbelakangi soal lambannya penanganan kasus kekerasan seksual yang disangkakan ke salah satu pengurus pesantren dan putra kiai, MSA, oleh pihak penyidik Polres Jombang.

Dengan membawa poster bertuliskan tuntutan di antaranya, santri ngaji bukan dicabuli, tenggelamkan pelaku cabul, dan lain sebagainya, ratusan massa yang sebagian besar terdiri dari kaum perempuan tersebut juga melakukan orasi.

Tuntutan mereka tak hanya mengusut tuntas kasus yang melibatkan putra Kiai kharismatik ini. Para pengunjuk rasa juga meminta Kapolres Jombang AKBP Boby P Tambunan melakukan penahanan terhadap MSA.

Selain itu, mereka juga menolak segala upaya yang berkaitan dengan penangguhan penahanan terhadap MSA yang saat ini sudah berstatus sebagai tersangka.

“Kami meminta agar segera menyelesaikan proses penyidikan kasus kekerasan seksual ini, serta pelaku segera ditangkap,” ujar Koordinator aksi sekaligus Direktur Women Crisis Center (WCC) Jombang, Palupi Pusporini.

Selanjutnya, beberapa perwakilan dari pengunjuk rasa dipersilakan masuk kedalam Mapolres Jombang guna dilakukan proses mediasi.

Sementara, Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan menjelaskan hasil perkembangan penyidikan kasus yang menjerat MSA selama ini masih berjalan. Pelaku juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami sudah lakukan pemanggilan yang pertama, namun tersangka tidak datang. Pemanggilan yang kedua sudah kita layangkan juga,” ucapnya usai mediasi dengan para pengunjuk rasa.

Saat disinggung terkait belum ditangkapnya pelaku, padahal pihak kepolisian sudah menetapkan sebagai terangka, Boby mengatakan jika masih ada dugaan korban lainnya.

“Kami mendapat informasi jika ada dugaan korban lainnya, makanya masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Usai menyuarakan tuntutannya, para pengunjuk rasa kemudian membubarkan diri dengan tertib sambil berjalan kaki serta menyuarakan yel-yel. (aan)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...