Koordinator aksi H. Rifa'i menyerahkan pesan moril agar dewan berjalan sesuai koridor hukum. foto: YUDI EP/ BANGSAONLINE
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Puluhan massa di bawah bendera Mojokerto Watch (MW) menggelar aksi demo di depan kantor Pemkot Mojokerto, Selasa (4/2) pagi. Massa aksi yang membawa orkes dangdut lengkap dengan biduan-biduan seksi itu mewanti-wanti anggota DPRD setempat agar tak main-main dengan hukum.
"Kami menyuarakan hati nurani masyarakat. Kami mendesak wakil rakyat tidak main-main dengan hukum. Kami menuntut wakil rakyat yang bersih tidak bersinggungan dengan hukum," seru Djumain dalam orasinya.
BACA JUGA:
- Bukan Diperiksa, Jajaran Pemkot dan DPRD Kota Mojokerto ke KPK RI untuk Hadiri Undangan Rakor
- Korban Laka Laut Pantai Drini Tiba, Pj Wali Kota Mojokerto Turut Sholati Jenazah
- Berpihak Pada Kemajuan Daerah, Pj Wali Kota Mojokerto Apresiasi 3 Raperda Inisiatif Dewan
- Jadi Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto: Hadi Fokus RAPBD 2025, Arie Pastikan Tak Ada Proyek Mangkrak
Jika tidak, maka pihaknya akan mendesak dilakukan pansus.
Aksi ini berjalan di bawah penjagaan ketat aparat Polres Mojokerto Kota. Meski demikian, aksi ini berjalan tertib.
Yang menarik, setiap kali selesai beroperasi, selingan orkes melayu disuarakan.
Tak berselang lama, H Rifa'i korlap massa ditemui Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sunarto. Kepada Sunarto, H Rifa'i menyerahkan berkas tuntutannya kepada politik PDI Perjuangan. Tak berlanjut, aksi ini kemudian bubar dengan tertib. (yep/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




