Iwan Natawidjaja, mantan guru di Chung Hua School, tempat belajar arsitek RS khusus pasien Corona di Wuhan.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Kehebatan arsitek Hwang Sik Jiu dalam mendesain dan membangun rumah sakit khusus bagi penderita penyakit Corona di Wuhan, China, mengundang decak kagum dunia. Pasalnya dalam waktu kurang dari 10 hari, rumah sakit yang mampu menampung 1.000 pasien itu berhasil dibangun dengan baik.
Diketahui, Hwang Sik Jiu ternyata pernah mengenyam pendidikan di Jember, Jawa Timur, dari tingkat SD hingga SMP. Namun, kini sekolahnya itu, yakni Chung Hua School sudah tutup.
BACA JUGA:
- Hendak Gagalkan Curanmor, Karyawati SPPG di Umbulsari Jember Dibacok Pelaku
- Libur Lebaran, Pemkab Jember Sediakan Nakes dan Ambulans di Lokasi Wisata
- Ombudsman RI Tetapkan Jember sebagai 10 Besar Kabupaten Terbaik dalam Layanan Publik
- BP Taskin Soroti Jember, 124 Ribu Warga Masih Masuk Kategori Miskin Ekstrem
Sekitar 9 April 1966, sekolah Chung Hua School ditutup pemerintah. "Karena saat itu ada konflik politik, sehingga memaksa sekolah-sekolah China ditutup," kata mantan guru sekolah tersebut, Iwan Natawidjaja saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (8/2/2020).

Padahal saat itu, kata pria yang juga mantan pengurus Perbasi dan membina bidang Wushu dan Basket itu, ada sekitar 2.000 siswa yang belajar di sekolah tersebut.
"Sehingga saat itu ada yang pulang kembali ke Tiongkok, dan juga ada yang sekolah di sekolah umum," katanya.
"Siswanya 2.000 orang, dibagi dalam dua waktu masuknya. Ada yang masuk pagi dan sore," imbuhnya.






