Lokasi ujian praktik SIM di Satpas Satlantas Polresta Sidoarjo.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Satlantas Polresta Sidoarjo kembali membuat terobosan baru dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Yakni, pemohon pembuatan SIM baru maupun perpanjangan, bisa dilakukan pada hari Minggu. "Hal ini merupakan masukan, saran dari pegawai TNI dan Polri," kata Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji, Minggu (1/3/2020).
BACA JUGA:
- Pelajar 17 Tahun Jadi Korban Luka Usai Motor Tabrak Mobil di Balongbendo Sidoarjo
- 35 Siswa SD di Sidoarjo Dapat Pelatihan Jadi Polisi Cilik untuk Lomba Polda Jatim
- Polresta Sidoarjo Amankan Truk Gandeng yang Tabrak Mahasiswi hingga Tewas di Buduran
- Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sidoarjo Kenalkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
Seperti pembuatan SIM pada umumnya, pemohon SIM pada hari Minggu ini tidak mengurangi aturan-aturan yang ada. Pemohon SIM juga harus mengikuti tes kesehatan, psikologi, teori, dan praktek.
"Semua tidak akan mengurangi aturan yang sudah ditentukan, mulai administrasi, pembayaran PNBP, ujian-ujian, dan lainnya," katanya.

Selain itu, terobosan ini tidak hanya diperuntukkan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, maupun Polri saja, masyarakat umum yang tidak bisa mengurus SIM pada hari aktif, juga bisa mengurusnya.
"Ini merupakan program mingguan. Mereka yang tidak bisa mengurus pada hari kerja karena terkendala izin, bisa mengurusnya pada program mingguan ini," terangnya.

Sementara Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Eko Iskandar menegaskan, tetap tidak ada toleransi bagi pemohon SIM yang tidak lulus. "Kalau yang tidak lulus tetap diulang, nanti kami berikan pelatihan secara khusus," terangnya.
Sementara kuota pemohon SIM pada hari minggu ini, pihaknya akan membatasi sebanyak 100 sampai 150 pemohon SIM. "Masih akan kita evaluasi. Sementara mungkin 100 sampai 150," katanya.
Eko kembali menegaskan bahwa masyarakat bisa mengurus SIM di hari minggu ini. "Kita fasilitasi yang tidak bisa mengurus di hari kerja, seperti anak sekolah maupun karyawan yang tidak bisa mengurus di hari kerja," pungkasnya. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




