Sabtu, 15 Mei 2021 18:45

Wisata Religi Gus Dur Ditutup, Masih Ada Peziarah Datang

Senin, 16 Maret 2020 17:20 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Aan Amrulloh
Wisata Religi Gus Dur Ditutup, Masih Ada Peziarah Datang
Rombongan Peziarah dari Pekalongan, Jawa Tengah, yang hendak ke makam Gus Dur.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Sebagai antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), kawasan wisata religi kompleks makam Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang ditutup sementara. Meski demikian, masih saja terlihat rombongan peziarah yang berkunjung.

Tampak di parkiran kawasan wisata tersebut, Senin (16/3) satu rombongan dari Pekalongan, Jawa Tengah. Mereka membawa transportasi berupa bus dengan jumlah sekitar 60 peziarah, yang rencananya akan berziarah ke makam Gus Dur.

“Kami sebenarnya sudah tahu jika kompleks makam ini ditutup, tapi tahunya posisi kami sudah di Jawa Timur. Jadi ya tetap ke sini, tapi hanya ke toilet dan ke Masjid, tidak bisa masuk ke makam. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Blitar,” ucap salah satu peziarah asal Pekalongan, Abdul Rokhim, Senin (16/03/20).

BACA JUGA : 

Gelar Silaturahmi, Gus Irfan Kenalkan Gemira ke Alumni Tebuireng

Gus Irfan Prihatin Santri Mbah Moen Gagal Dilantik Perangkat Desa Gara-gara Ijazah Pesantren

Kemendikbud Ceroboh, Pesantren Tebuireng Desak Minta Maaf dan Tarik Naskah Kamus Sejarah Indonesia

Kapolri Resmikan Aplikasi SIM Sinar, Santri di Jombang Jajal Perpanjang SIM, Cukup Hitungan Menit

Saat ditanya awak media sebab penutupan wisata religi tersebut, Rokhim menjelaskan mengetahui informasi tersebut lewat WhatsApp, dikarenakan antisipasi penyebaran virus corona. Meski sedikit kecewa, namun ia bersama rombongannya tetap bisa memaklumi.

“Kecewa sih pasti ada mas, namun ini kan uda instruksi dari Pemerintahan, ya kami menyadari dan memaklumi,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pengurus Ponpes Tebuireng, Gus Ghofar menjelaskan, penutupan komplek makam Tebuireng ini atas keputusan rapat pengasuh melalui majelis keluarga ponpes dan pimpinan. Sebab dari informasi-informasi yang sudah beredar terkait virus corona ini, kondisinya begitu masif.

“Ini merupakan keputusan rapat, karena kami juga tak bisa mengantisipasi keberadaan peziarah yang datang dari berbagai daerah. Karena kami juga mempunyai tanggung jawab kepada sekitar 4 ribu santri yang ada di ponpes dari tertularnya wabah virus ini. Jadi penutupan ziarah dirasa lebih efektif,” ucapnya.

Dijelaskan Gus Ghofar, rencana penutupan wisata religi bagi para peziarah dilakukan hingga awal bulan Ramadhan. Namun, dengan berjalannya waktu, jika nantinya sebelum awal Ramadhan wabah virus corona ini sudah mereda, maka pihak ponpes akan membuka kembali kompleks makam tersebut.

“Rencananya ditutup hingga awal Ramadhan, tapi jika wabah sudah mereda sebelum kurun waktu tersebut, maka akan kami buka sebelum datangnya bulan suci. Tapi jika hingga batas waktu tadi masih belum reda, maka akan kami tinjau ulang untuk pembukaannya,” terangnya.

Sebelumnya, sudah beredar pengumuman bahwa kompleks makam ponpes Tebuireng ditutup sementara bagi para peziarah mulai tanggal 16 Maret 2020, tepat pukul 00:00 WIB, hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Perlu diketahui, dalam kompleks makam tersebut terdapat makam mantan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pendiri NU KH Hasyim Asyari, serta KH Shalahuddin Wahid (Gus Solah).

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 15 Mei 2021 09:10 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kerusuhan 13 Mei 1998 terus diperingati oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Korban aksi anarkis itu sebagian memang etnis Tionghoa.Uniknya, mereka memperingati dengan menyajikan rujak pare dan sambal jombrang. Apa...
Kamis, 13 Mei 2021 19:51 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...