Ketua KPU Lamongan, Mahrus Ali.
Sementara, Sholahudin yang juga telah mengikuti penjaringan atau pendaftaran bacabup di sejumlah partai politik, mengatakan tidak masalah pelaksanaan Pilkada ditunda.
“Njih mboten nopo nopo (ya tidak apa-apa), la wong situasi negara lagi fokus penanganan wabah COVID-19,” kata Sholahudin melalui WhatshApp.
Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati. Menurut wanita yang juga telah mengikuti penjaringan atau pendaftaran bacabup di sejumlah parpol itu, walaupun pilkada bagian dari proses demokrasi untuk NKRI yang sejahtera, tapi menyelesaikan permasalah kemanusiaan lebh dari segalanya. Ia menilai, fokus Corona menjadi bagian yang pnting untuk menjaga NKRI
“Maka penundaan pilkada adalah sebuah keharusan, bagi calon pimpinan daerah semuanya harus dimaknai positif. Akan lebih bisa berkonsolidasi mencerdaskan rakyat dengan program mengajarkan proses demokrasi denga benar, berahlak santun, dan tidak boleh ada yang mengajari rakyat dengan fitnah downgrade lawan dan kebohongan publik,” terang Kartika Hidayati.
Menurutnya, negarawan yang baik akan mengajari rakyat yang dipimpinnya dengan proses demokrasi yang berkarakter NKRI. "Merah putih butuh pimpinan yang negarawan berkarakter dan berahklaqul karimah Adanya Corona ini mengajarkan kepada semuanya untuk saling menguati, saling dukung, saling tolong, bersatu untuk selamat dari Corona," pungkas Kartika Hidayati. (qom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




