Koordinator Protokol Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita.
“Tidak dikumpulkan jadi satu untuk menghindari penularan. Makanya, selain berjarak, mereka juga diletakkan di ruang terbuka. Misalnya puskesmas punya teras, nah pasiennya di situ,” kata dia.
Dalam melakukan pemeriksaan di puskesmas, akan selalu didampingi dan dipantau terus oleh dokter spesialis patologi klinik. Tim puskesmas pun sudah mendapatkan arahan dari dokter spesialis patologi klinik, mulai dari awal hingga akhir, termasuk saat pengambilan darah hingga analisisnya.
“Jadi, tim di puskesmas ini harus melaporkan kepada dokter spesialis patalogi klinik setelah melakukan rapid test. Pokoknya semuanya didampingi dan diarahkan oleh dokter spesialis ini,” tegasnya.
Menurut Feny, untuk pemeriksaan pasien ini tidak perlu menunggu lama. Sebab, hasilnya akan diketahui langsung pada hari yang sama sekitar 1-2 jam seusai melakukan tes. “Sebenarnya kalau hasilnya bisa cepat diketahui, tidak perlu menunggu lama,” tegasnya.
Selain itu, dia menjelaskan bahwa rapid test ini tujuannya adalah melakukan deteksi dini. Sehingga jika hasilnya negatif, maka pemerintah tetep akan terus memantau perkembangan kondisi pasien. Baik yang OPD mau pun PDP sampai lepas masa inkubasi 14 hari. Kemudian kalau pasien rapid test ini kelihatan positif, maka harus dilakukan tes swab.
Adapun beberapa puskesmas yang melakukan rapid test hari ini adalah Puskesmas Tanjungsari, Manukan Kulon, Asemrowo, Sememi, Benowo, Jeruk, Made, Peneleh, Kedungdoro, Tembok Dukuh, Tambakrejo, dan Perak Timur. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




