
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Camat Tambak, Agung Endro DS. Utomo mengungkapkan, bahwa Muspika dan Asosiasi Kepala Desa (AKD) di Kecamatan Tambak dan Sangkapura, Pulau Bawean sepakat membatasi masuknya masyarakat ke pulau tersebut.
Langkah ini sebagai bentuk pencegahan sebaran virus Corona (Covid-19) di wilayah berjuluk Pulau Putri tersebut.
"Kami, Muspika dan AKD se Kecamatan Tambak dan Sangkapura sudah rapat dan sepakat untuk membatasi masuknya warga ke Pulau Bawean. Langkah ini sebagai bentuk pencegahan sebaran Covid-19," ujar Agung kepada BANGSAONLINE.com, Senin (6/4).
Menurut Agung, kesepakatan ini juga didukung pihak pengusaha kapal penumpang yang selama ini melayani rute penyeberangan Gresik-Bawean. "Dua pemilik kapal Express Bahari dan Natuna sudah sepakat. Mereka sekarang berhenti melayani penyeberangan ke pulau Bawean," tegas Agung.
Namun, lanjut Agung, untuk kapal barang yang memuat kebutuhan warga pulau Bawean tetap beroperasi normal. Termasuk, pesawat terbang perintis yang selama ini melayani rute Surabaya-Bawean. "Jadi, kapal barang dan pesawat tetap beroperasi," terangnya.
Ditegaskan Agung, pesawat tetap diizinkan beroperasi lantaran tak banyak memuat penumpang. "Rata-rata kan pesawat maksimal muat 12 orang," ungkapnya.
Namun demikian, SOP ketat tetap diberlakukan otoritas kesehatan di Pulau Bawean, baik Puskesmas maupun RSUD Umar Mas'ud.
"Jadi, setiap ada kapal barang bersandar di Pelabuhan Bawean, dan pesawat mendarat di bandara Bawean, para penumpang langsung dilakukan pemeriksaan ketat, mulai thermo gun (suhu badan), semprot disinfektan, harus cuci tangan pakai sabun dan SOP lain," jelas Agung.
Agung menambahkan, sejauh ini Kecamatan Tambak dan Sangkapura masih aman dari warga yang positif Covid-19.
Hanya, kata Agung, saat ini di Kecamatan Tambak per Minggu (5/4), orang dalam pantauan (ODP) COVID-19 sebanyak 25 orang, sementara pasien dalam pengawasan (PDP) nihil. "Kecamatan Sangkapura pada hari sama ODP 15 orang dan PDP nihil, " pungkasnya. (hud/dur)