Gunakan Modus Gandakan Kunci Motor, Pria di Gresik Tega Curi Motor Temannya Sendiri

Gunakan Modus Gandakan Kunci Motor, Pria di Gresik Tega Curi Motor Temannya Sendiri Unit Reskrim Polsek Gresik Kota saat mengamankan pelaku pencurian motor. Foto: Ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Seorang pria berinisial SGT (22), warga Desa Kemlagi, Kecamatan Turi, Lamongan, diamankan Unit Reskrim Polsek Gresik Kota. Ia diamankan, setelah terbukti mencuri sebuah motor di sebuah kafe di kawasan Jalan Panglima Sudirman, Gresik, dengan modus menggandakan kunci motor secara diam-diam tanpa sepengetahuan korban.

Aksi pencurian itu, bermula korban berinisial ANS (21) nongkrong bersama rekan-rekannya. Setelah itu, ia kaget bahawa motor miliknya Honda Beat dengan nomor polisi W 5162 DK, hilang di area parkir, padahal ia masih memegang kunci kendaraannya.

“Saya kaget tiba-tiba motor sudah tidak ada di parkiran, padahal kunci motor masih saya simpan,” ujar ANS, Minggu (8/2/2026).

ANS yang diketahui berasal dari Mojokerto itu, melaporkan kejadian tersebut, ke Polsek Gresik Kota.

Tak lama kemudian, polisi berhasil mengungkap pelaku pencurian. Ternyata, pelaku pencurian tersebut adalah teman korban yang sering nongkrong bersama.

“Pelaku ini teman korban dan sering ngopi bersama. Beberapa hari sebelum beraksi, pelaku diam-diam menggandakan kunci motor tanpa sepengetahuan korban,” ungkap Kapolsek Gresik Kota, Iptu M. Kevin Ramadhan.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Gresik Kota, Ipda Aziz menjelaskan, bahwa aksi pencurian tersebut, sudah direncanakan oleh pelaku jauh-jauh hari. Bahkan, sebelum membawa motor rekannya, pelaku sempat mencuri STNK yang tersimpan di dalam tas korban.

“Pelaku sudah merencanakan aksinya. STNK motor korban lebih dulu diambil sebelum motor dibawa kabur,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aziz menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, sepeda motor tersebut dijual ke penadah di daerah Tuban, dengan harga Rp5,2 juta. Sedangkan uang hasil kejahatan, habis digunakan pelaku untuk berfoya-foya.

“Saat ini kami masih memburu pihak penadah dan kemungkinan pelaku lain yang terlibat,” pungkas Ipda Aziz. (*)