Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggelar rapat teleconference dengan DPRD Kota Surabaya, Senin (6/4).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggelar rapat teleconference dengan DPRD Kota Surabaya, Senin (6/4). Dalam rapat tersebut, Risma memaparkan berbagai kebijakan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menangani pandemik Covid-19.
Saat teleconference itu, wali kota, sekretaris daerah, para asisten dan kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) berada di dapur umum, Taman Surya, Balai Kota Surabaya. Sedangkan Ketua DPRD Adi Sutarwijono dan 3 Wakil Ketua DPRD Surabaya berada di Ruang Rapat Paripurna, dan anggota DPRD berada di ruang kerja pribadi di Gedung DPRD yang baru.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
Kebijakan yang dipaparkan Risma itu, di antaranya adalah melakukan penyemprotan disinfektan ke permukiman penduduk, pembuatan bilik disinfektan, dan meletakkannya di kantor-kantor, fasilitas publik, dan tempat-tempat umum lainnya. Pemkot juga memperbanyak pemasangan wastafel di berbagai tempat dan juga menyebar hand sanitizer.
“Kami juga berkali-kali memberikan APD (alat pelindung diri) ke rumah sakit di Surabaya yang telah ditunjuk menjadi rujukan penanganan Covid-19. Jadi, tidak hanya rumah sakit milik pemkot, tapi semua rumah sakit rujukan,” paparnya.
Risma menambahkan bahwa pemkot sudah membuat posko penanganan Covid-19 dan dapur umum di Taman Surya Balai Kota Surabaya. Di dapur umum itu, pemkot membuat minuman pokak dan merebus telur untuk dibagikan kepada warga Kota Surabaya.
“Tiap hari kami membagi-bagikan telur dan minuman pokak itu. Kenapa telur? Karena putih telur itu bisa menambah daya tahan tubuh,” ujarnya.
Telur rebus dan minuman pokak itu juga dibagikan kepada pasien ODP dan PDP yang ada di Kota Surabaya. Pembagiannya itu sudah sesuai protokol dan sudah dilatih supaya sama-sama aman dan tidak tersebar virus.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




