Kamis, 06 Agustus 2020 14:11

Ketua NU Malaysia: Memprihatinkan, Pekerja Migran Indonesia Buat Makan Saja Tak Ada

Sabtu, 11 April 2020 10:39 WIB
Editor: MA
Ketua NU Malaysia: Memprihatinkan, Pekerja Migran Indonesia Buat Makan Saja Tak Ada
Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia yang sedang mengalami kesulitan ekonomi bersama para pengurus PCI NU Malaysia. foto: istimewa/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU) Malaysia, Abdullah Rois, mengungkapkan bahwa kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malayisa kini benar-benar dalam kesulitan ekonomi akibat covid-19.

“Jangankan kirim uang ke Indonesia, buat makan sehari-hari saja sudah tak ada,” kata Abdullah Rois kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (11/4/2020).

Karena itu, Abdullah Rois menghubungi BANGSAONLINE.com agar bisa memuat berita tentang kondisi PMI untuk mengetuk kepedulian para orang kaya, baik di Malaysia maupun di Indonesia.

“Saya mohon campaign berita di BANGSAONLINE.com untuk membantu mengetuk hati para donatur yang di Indonesia dan para datok-datok di Malaysia, untuk sudi memberi bantuan kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga NU yang ada di Malaysia,” kata Abdullah Rois yang yang kini kuliah S-2 di University of Malaya Malaysia.

Menurut dia, kondisi PMI sangat memprihatinkan. “Kondisi Pekerja Migran Indonesia di Malaysia sangat memprihatinkan sejak Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) diberlakukan, apalagi PKP diperpanjang hingga 29 April. Otomatis, mereka kehilangan total pendapatan,” kata Abdullah Rois yang asli Jember Jawa Timur, namun kini sudah nikah dengan wanita Malaysia.

Seperti diberitakan, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan perpanjangan masa Movement Order Control (Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) atau MOC.

"Berdasarkan nasihat daripada Kementerian Kesehatan Malaysia dan pakar-pakar kedokteran, pemerintah hari ini memutuskan melanjutkan pelaksanaan MOC untuk tempo dua minggu lagi, yaitu daripada 15 April sampai 28 April 2020," kata PM Yassin dalam sebuah siaran langsung, Jumat (10/4/2020).

Menurut Abdullah Rois, PKP atau MOC bukan lockdown seperti ditulis beberapa media di Indonesia. “Kalau lockdown isitilah di sini (Malaysia-red) PKPD (Perintah Kawalan Pergerakan Diperketat),” jelas Abdullah Rois yang alumnus Pesantren Tebuireng itu.

Menurut dia, PCI NU Malaysia dan banom-banomnya selama ini sudah bergerak. “Data sumbang untuk Buruh Migran Indonesia (BMI) kami sudah mengalokasikan 90 persen dari dana yang terkumpul di daerah Kuala Lumpur dan Selangor, dan kami masih banyak permintaan dari negeri-negeri, kabupaten lain seperti Perak, Johor, Penang, dan lainnya,” katanya.

Menurut dia, dana yang terkumpul benar-benar tak mencukupi. “Kami masih mencari lagi para donatur yang peduli terhadap BMI, PMI, dan TKI,” katanya sembari mengungkapkan bahwa pekerjaan mereka rata-rata buruh kasar, pekerja bangunan, cleaning service, pegawai kedai makanan, dan sebagainya. (MA) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...