Jumat, 30 Oktober 2020 20:21

Penumpang KA di Kediri Anjlok, Tim Gabungan Sigap Terapkan Observasi

Senin, 20 April 2020 10:33 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Muji Harjita
Penumpang KA di Kediri Anjlok, Tim Gabungan Sigap Terapkan Observasi
Stasiun KA Kediri, kini hanya ada KA Dhoho yang melayani tujuan kota-kota di Jawa Timur dan KA Kahuripan yang ke luar Jawa Timur, yaitu Bandung. (foto: ist)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Akibat wabah Covid-19, saat ini rata-rata hanya 50 penumpang/hari naik dan turun di stasiun Kediri. Padahal sebelum ada wabah Covid-19, rata-rata 3.000 penumpang/hari.

“Jumlah penumpang turun drastis. Penumpang hanya dari kota-kota di Jawa Timur, kalau dari luar Jawa Timur hanya dari Stasiun Kiara Condong (Bandung),” kata Efandi Setyo Budi, Kepala Stasiun Kediri, Senin (20/4).

Menurut Efandi Setyo, biasanya Stasiun Kediri melayani kereta dari dan ke Jakarta, Bandung, selain kota-kota di Jawa Timur yaitu Surabaya, Malang, Blitar, dan Tulungagung. Kini, hanya KA Dhoho yang melayani tujuan kota-kota di Jawa Timur dan KA Kahuripan yang ke luar Jawa Timur yaitu Bandung.

"Aturan ketat diterapkan untuk penumpang yang turun. Petugas gabungan yang terdiri dari Dinkes, Kepolisian, dan Satpol PP akan mengecek satu per satu tujuan penumpang. Untuk penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke luar Kota Kediri, mereka hanya diminta mengenakan masker, cuci tangan, petugas mencatat data pasien, tes suhu dengan thermo gun, kemudian masuk ruang sterilisasi dan boleh melanjutkan perjalanan," terang Efandi Setyo.

"Kalau ada yang tidak mengenakan masker, maka perjalanan harus dibatalkan dan tiket akan dikembalikan 100 persen. Aturan ini diterapkan sejak 12 April 2020 dengan sosialisasi sebelumnya. Sejauh ini, penumpang di Stasiun Kediri menaati aturan pemakaian masker. Stasiun Kediri pun menerapkan aturan ketat agar penyebaran virus segera bisa dihentikan, sebab kerata api merupakan salah satu tempat yang rentan terhadap penyebaran," pungkas Efandi Setyo. 

Sedangkan penumpang yang bertujuan ke Kota Kediri, selain langkah di atas, juga akan dibawa menuju Ruang Observasi di Polinema Kediri dengan kendaraan Satpol PP. Di sana selama 1-14 hari tergantung dari hasil pemeriksaan.

“Kalau untuk penumpang kereta api relatif mudah terkontrol karena penurunan penumpang hanya satu jalur itu,” pungkas Efandi. (uji/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 28 Oktober 2020 18:30 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Selama ini, masyarakat jamak mengetahui khasiat minyak kayu putih dipakai sebagai penghilang masuk angin atau perut kembung. Jarang atau belum banyak yang tahu kalau minyak tersebut berasal dari sebuah tanaman kayu putih. ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Rabu, 28 Oktober 2020 10:49 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...