Hasil Swab Dokter di RSUD Pacitan Negatif Covid-19, Seluruh Kepala OPD Bakal Di-Rapid Test

Hasil Swab Dokter di RSUD Pacitan Negatif Covid-19, Seluruh Kepala OPD Bakal Di-Rapid Test Ilustrasi.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Kabar menggembirakan datang dari Pacitan di tengah wabah Covid-19. Satu dokter spesialis paru-paru yang bertugas di RSUD dr Darsono Pacitan, ternyata dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil swab.

"Ya benar, hari ini hasil swab dari satu dokter spesialis paru-paru di RSUD dr Darsono Pacitan sudah turun. Alhamdulillah hasilnya non reaktif Covid-19," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Trihadi Hendra Purwaka, Rabu (29/4) petang.

Dengan hasil swab yang menyatakan negatif tersebut, Hendra meminta masyarakat agar tidak resah lagi. "Tim gugus tugas selalu reaktif ketika mendapat informasi sekecil apapun terkait Covid-19. Jadi masyarakat saya harap jangan resah," tuturnya.

"Yang terpenting, masyarakat selalu mengedepankan porotokoler kesehatan. Terutama selalu memakai masker saat keluar rumah. Kalau bisa diusahakan untuk tetap tinggal dirumah dan jangan keluar kalau tidak ada keperluan mendesak. Jangan lupa sesering mungkin cuci tangan pakai sabun (CTPS) di air mengalir," pesan Hendra.

Diberitakan sebelumnya, satu dokter spesialis paru-paru di RSUD dr Darsono Pacitan, mengalami gejala mengarah ke Covid-19 setelah dilakukan uji epidemiologi di paru-parunya. Meski, sebelumnya ia telah dilakukan rapid test dan hasilnya juga non reaktif hasil RDT. 

Dalam kesempatan itu, Trihadi Hendra Purwaka juga menyampaikan bahwa Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan melakukan rapid test kepada 172 orang.

Ratusan orang itu terdiri dari berbagai kelompok, di antaranya seperti pondok pesantren, sekolahan, Kemenag Pacitan, kendurian, jamaah, wartawan, undangan manten, sampai seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Pacitan.

"Benar, memang seluruh kepala OPD lingkup Pemkab Pacitan masuk dalam list yang juga akan kita rapid test," ujarnya, Rabu (29/4) petang.

Demikian juga dengan keluarga di Ponpes Tremas, masuk dalam sembilan kelompok tersebut. "Yang keluarga Ponpes Tremas juga akan kita lakukan rapid test," jelasnya.

Hanya saja, dokter yang akrab disapa Hendra ini belum bisa menjelaskan kapan pelaksanaan rapid test tersebut, karena masih menunggu perkembangan dari tim tracing