Petugas saat menyerahkan bantuan kepada warga terdampak Covid-19. (foto: ist)
“Tidak cukup untuk membeli bahannya kalau tidak laku,” katanya. Di dalam rumahnya bernaung 4 anggota keluarga dan dirinya sendiri belum pernah mendapatkan bantuan baik pusat dan daerah.
"Dengan hadirnya Kartu Sahabat, lumayan untuk menyambung hidup," tuturnya.
Sementra itu, Yayuk Musrini (50 tahun), warga Kelurahan Pakelan, masih tetap berjualan. Lapaknya berupa meja kecil yang nebeng di warung saudaranya. Yayuk membuat gorengan. Bila sehari biasanya ia memproduksi 200 gorengan, kini hanya tinggal separuh.
“Biasanya titip di warung, tapi sekarang warungnya juga sepi,” katanya. Ia tak patah semangat dengan mencoba fokus pada jualan makanan via daring. Meski hasilnya juga sepi, setidaknya ia punya kesibukan dan harapan sembari tetap banyak tinggal di rumah.
“Terima kasih kepada Pemkot yang telah kasih bantuan, selama ini saya belum pernah dapat,” kata Yayuk. Harapannya, pemerintah memberi bantuan merata karena semua memang terdampak. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




