
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Pacitan mengumumkan 12 santri Ponpes Al Fattah, Temboro, Kabupaten Magetan, yang hasil rapid test-nya dinyatakan reaktif Covid-19.
"Dari klaster Temboro, kita temukan ada 12 orang yang memang reaktif Covid-19 hasil rapid test. Kami tidak memilah santri atau keluarganya. Yang jelas hasil rapid test sebanyak 12 orang dinyatakan reaktif dari kelompok Temboro," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto, Selasa (5/5).
Selain klaster Temboro, lanjut Rachmad, gugus tugas juga menyisir pasien RSUD. Namun dari sebanyak 13 orang yang di-rapid test lanjutan, semuanya dinyatakan non reaktif covid-19. Kemudian dari belahan Timur, yakni pengembangan dan tracing pasien positif Covid-19 keenam yang saat ini menjalani isolasi di salah satu rumah sakit di Ponorogo, hasil rapid test-nya juga dinyatakan non reaktif Covid-19.
"Dari Desa Ketro Kecamatan Tulakan sebayak 28 warga non reaktif, dan dari Desa Wonokarto Kecamatan Ngadirojo sebanyak 29 orang juga non reaktif Covid-19. Itu hasil sementara yang telah dilakukan tim surveilans ataupun tim tracing gugus tugas," beber mantan Kepala Dinas Kesehatan Pacitan ini.
Sementara itu, pada Senin (4/5) kemarin, gugus tugas juga kembali melakukan rapid test ulang terhadap 30 orang. Mereka diduga ada kontak erat dengan pasien positif Covid-19 pertama dan kelima (klaster Sukolilo).
"Kelompok tersebut pada rapid test pertama memang dinyatakan reaktif. Namun untuk rapid test lanjutan, hasilnya masih menunggu," tandasnya.