Rabu, 14 April 2021 23:23

​Disiapkan 20 Dokter, Menu Kecambah, Besok Ribuan Santri Amanatul Ummah Kembali ke Pondok

Sabtu, 06 Juni 2020 08:25 WIB
Editor: MMA
​Disiapkan 20 Dokter, Menu Kecambah, Besok Ribuan Santri Amanatul Ummah Kembali ke Pondok
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag, foto: MMA/ bangsaonline.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Sekitar 10 ribu santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur akan kembali ke pondok, besok, 7 Juni 2020. Tapi mereka didatangkan secara bertahap, tidak sekaligus. Pihak pesantren juga menyiapkan sekitar 20 dokter untuk mereka.

“Mereka akan didatangkan secara bertahap selama 11 hari,” kata Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag, kepada BANGSAONLINE.COM, usai munajat ikhtiar melenyapkan covid-19 dari bumi Indoneisa, Jumat (5/6/2020) malam.

Jadi, santri sebanyak 10 ribu orang itu akan didatangkan secara bergelombang agar tidak melanggar protokol kesehatan Covid-19 dan juga tidak merepotkan pondok pesantren.

“Nanti mereka diturunkan agak jauh dari pondok, yaitu di kampus KH Abdul Chalim,” kata Kiai Asep, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto.

BACA JUGA : 

Lewat ASC Foundation, ​Kiai Asep Siapkan Sedekah 200 Ton Beras, Puluhan Ribu Sarung dan Uang

Berbagi Rasa di Bulan Suci, Kiai Asep Gelar Bukber dan Berikan Santunan di 18 Kecamatan

Gempa Bumi di Malang, Kiai Asep Ajak Para Kiai Muhasabah dengan Ayat Ini

Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Ponpes Al-Fitrah, Eri Pastikan 300 Pengurus Sudah Divaksin

“Nanti mereka diturunkan agak jauh dari pondok, yaitu di kampus KH Abdul Chalim,” kata Kiai Asep, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto.

Kenapa mereka harus diturunkan agak jauh dari pondok? Menurut Kiai Asep, mereka harus melalui proses pemeriksaan. “Mereka juga harus membawa surat hasil rapid test dari rumah masing-masing,” kata mantan ketua PCNU Kota Surabaya itu.

Tapi para ahli kesehatan menilai tak cukup surat dokter dari rumah, karena mereka di perjalanan juga rawan terpapar Covid-19? “Kita siapkan sekitar 20 dokter di pondok,” kata Kiai Asep yang ketua umum Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Para dokter itu alumni Amanatul Ummah yang dulu dapat beasiswa atas upaya pondok pesantren yang diasuh Kiai Asep. “Jadi mereka memang ada kewajiban untuk mengabdi di Amanatul Ummah,” kata Kiai Asep.

Menurut Kia Asep, pihak pondok pesantren juga menyiapkan dua ruang isolasi. “Ini bukan untuk Covid-19, tapi takut ada yang sakit. Ya sakit biasa,” kata Kiai Asep. Bahkan, tutur Kiai Asep, kini ia juga telah membeli dua mobil ambulans untuk antisipasi santri sakit.

Putra kiai salah satu pendiri NU, KH Abdul Chalim, itu menegaskan bahwa Amanatul Ummah akan maksimal dalam upaya menjaga kesehatan mereka. Karena itu, menurut Kiai Asep, selama proses ajar-mengajar, para santri dan semua guru serta pihak yang terlibat harus mematuhi protokol kesehatan. Mereka harus pakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak.

“Semua santri, guru, dan satpam harus pakai masker,” kata Kiai Asep.

Bukan hanya itu, menu makanan para santrinya akan diprioritaskan konsumsi yang mengandung imunitas. “Tiap hari diberi kecambah, telur (rebus), dan itu sudah disepakati (rapat pengurus),” kata Kiai Asep. Selain itu para santri juga diberi vitamin C tiap hari.

Menurut Kiai Asep, mereka selama di pondok pesantren juga tak boleh dijenguk oleh siapa pun. “Termasuk keluarganya,” kata Kiai Asep.

Dan yang penting lagi, para santri juga harus salat malam. “Itu sudah menjadi kebiasaan selama ini,” katanya. Para santri itu, kata Kiai Asep, juga akan dijaga dengan membaca lailahaillallah 300 kali setiap hari dan juga lahaula walaquwwata illa billah juga 300 kali setiap hari. “Dua kalimat itu menjadi bacaan wajib tiap hari,” kata Kiai Asep.

Nah, dengan berbagai upaya itu Kiai Asep akhirnya tawakkal. “Ya sudah, tawakkal kita. Sudah dibentingi dengan berbagai macam hal,” katanya. (MMA)

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...