Bungah atau bibit tembakau yang mulai ditanam para petani tembakau.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Walaupun dalam pandemi Covid-19, tembakau" rel="tag">petani tembakau di Kabupaten Pamekasan sudah mulai menanam 'bungah' (bibit tembakau, red). Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya petani yang membeli bungah untuk segera ditanam.
Mereka masih menggantungkan harapan terhadap daun emas yang selama ini memang menjadi tanaman yang selalu menghasilkan tiap tahunnya.
BACA JUGA:
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
- Gus Lilur Dorong Industri Tembakau dari Bawah, Petani Harus Jadi Penentu
- Ketua Ansor Jatim: Penerimaan Negara dari Cukai Tembakau Terbesar Tapi Petani Merana
- Pembekuan Perusahaan Rokok Dinilai Tekan Ekonomi Madura, Anggota DPD Ning Lia: Harus Ada Solusi
Seperti diungkapkan Mohammad Sadik (55), petani 'bungah' asal Desa Polagan Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. Ia mengaku, saat ini sudah mulai kebanjiran order dari para tembakau" rel="tag">petani tembakau langganannya.
"Alhamdulillah, setiap hari ada pelanggan yang datang. Tiap tembakau" rel="tag">petani tembakau biasanya membeli bibit sebanyak 6.000-10.000. Lumayan lah, tiap hari ada yang beli," tutur Sadik, Minggu (14/06/20), yang mengaku tiap tahun menanam 'bungah'.
Sadik menjelaskan, ada 3 jenis bibit tembakau yang ditanamnya. "Saya menanam jenis Melati Tumpang, Bojonegoro, dan Cangkreng. Untuk jenis Cangkreng baru saya tanam karena permintaannya biasanya paling akhir. Masing-masing jenis ada peminatnya sendiri. Pelanggan saya ada yang dari daerah Pamekasan dan Sumenep," jelasnya saat ditemui di sela-sela menyiangi rumput di antara bedengan 'bungah'.
Menurut Sadik, hasil penjualan 'bungah' lumayan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya di tengah pandemi Covid-19 ini. "Saya jual 25 ribu per 1.000 bibit. Lumayan hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, karena saat pandemi Covid-19 ini saya tidak bisa bekerja lain. Sehingga menggantungkan penjualan bibit tembakau ini. Semoga laku semua," harapnya. (err/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




