Rombongan Gubernur, Kapolda, dan Pangdam V/Brawijaya saat kunjungi Ponpes Tebuireng.
“Terutama pengasuhnya dari kemungkinan pandemi Covid-19. Jadi ini adalah pesantren tangguh yang sudah memiliki SOP yang sangat detail. Selalu ada koordinasi diantara forkopimda dengan pengasuh pesantren. Pesantren ini juga untuk bisa menyiapkan kader bangsa ke depan dilakukan dengan intensitas pembelajaran yang sangat ketat,” jelasnya.
Sementara, Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr M. Fadil Imran menerangkan, mulai dari masuk sampai dengan kegiatan sehari-hari dilakukan intervensi, agar santri bisa beraktivitas, produktif namun juga bisa tetap sehat.
“Jadi, sepanjang protokol kesehatan dilaksanakan dengan disiplin, jumlahnya besar tidak masalah. Dan kami melihat Ponpes Tebuireng siap untuk melaksanakan aktivitas belajar mengajar di ponpes,” terangnya.
Saat ditanya kapan para santri bisa kembali ke pesantren, Fadil mengatakan jika berdasarkan hasil kesepakatan dari pengurus pondok pesantren, kesepakatan awal tadinya pada tanggal 20 Juni 2020. Namun, pihaknya juga akan melihat perkembangan lebih lanjut.
“Kita lihat perkembangan selanjutnya, kalau kesepakatan awal tanggal 20 bulan ini. Sedangkan upaya untuk pengawasan para santri ada tim dari Forkopimda, ada tim dari pondok. Nanti setiap saat dilaksanakan assessment, dilaksanakan evaluasi, supaya makin sempurna, unggul, dan tangguh, Ponpes ini dalam menghadapi Covid-19,” pungkasnya.
Usai berkunjung ke Ponpes Tebuireng, selanjutnya rombongan berangkat menuju Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Dan kemudian dilanjutkan bertolak ke Madiun. (aan/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




