Gubernur Khofifah berdiskusi dengan pimpinan DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak usai sidang paripurna. foto: ist.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - DPRD Jawa Timur mengaku gembira Pemprov Jatim raih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-9 kalinya. Raihan menggembirakan bagi Jatim, baik itu Pemprov Jatim maupun DPRD Jatim yang mampu menunjukkan pada rakyat anggaran yang dikelola dan dilaporkan benar-benar mengacu pada aturan yang benar.
Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak menyebut ini pertanda Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim di tahun pertama, serta tim keuangan, Sekdaprov, Bapedda, BPKAD, dan Inspektorat telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pemkab Pasuruan Kembali Raih Opini WTP atas LKPD 2025
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Pemkab Gresik Raih WTP ke-11 Berturut-turut, BPK Soroti Pentingnya Tata Kelola Bersih
"Bu Khofifah, Pak Emil, dan tim anggaran di bawah Komandan Sekdaprov Heru Tjahjono, Bapedda, BPKAD, dan Inspektorat telah menunjukkan kemampuan mereka mempertahankan kinerja pembukuan dan pelaporan keuangan dengan baik. Keempat lembaga ini menjadi unsur utama dalam perencanaan dan pertanggungjawaban penggunaan keuangan provinsi yang menentukan bagus tidaknya pembukuan dan pelaporan keuangan Pemprov Jatim," kata Sahat usai mengikuti acara Sidang Paripurna DPRD Jatim penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) BPK di Gedung DPRD Jatim, Kamis (18/6/2020).
Raihan opini WTP ini, ungkap Pimpinan Dewan Jatim ini, juga melegakan pihaknya. Sebab, itu artinya kinerja dewan dalam melakukan pengawasan anggaran eksekutif juga positif, sesuai dengan tugasnya. Selain itu, dari sisi anggaran DPRD Jatim tidak ada masalah atas anggaran yang digunakan para wakil rakyat yang bergedung di Jalan Indrapura Nomor 1 Surabaya itu.
"Kita juga lega karena dengan WTP ini artinya sebagai wakil rakyat, kerja kita dalam pengawasan anggaran Jatim baik hearing maupun kunker sudah sesuai dengan undang-undang. Ini bisa dilihat juga dari anggaran DPRD Jatim, anggaran Setwan yang kita gunakan, juga tidak ada catatan atau masalah," ungkap Politikus Golkar ini bangga.
Politikus yang selalu energik ini menguraikan, kalau pun ada catatan-catatan dalam WTP, itu persoalan di luar seperti bantuan sosial, dana BOS, itu di luar program dewan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




