
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sikap kesatria ditunjukan Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, yaitu bersedia minta maaf atas pengusiran tiga wartawan oleh anak buahnya, saat sedang liputan Pesantren Tangguh di Ponpes Gontor 3 Desa Sumber Cangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Kamis (25/6).
Meski anak buahnya membantah telah mengusir wartawan, namun Kapolres yang asli "kera Ngalam" ini tetap meminta maaf.
"Ohh saya nggak monitor Pak. Mohon maaf ya. Harusnya nggak papa kalau rekan-rekan wartawan. Mohon maaf," kata kapolres saat dikonfirmasi via di WhatsApp.
Hal senada juga disampaikan Kasubbag Humas Polres Kediri, AKP Purnomo. Melalui sambungan telepon, ia mewakili rekan-rekan petugas di lapangan juga meminta maaf.
"Apapun alasannya, saya atas nama rekan-rekan di lapangan, yang telah membuat tidak nyaman rekan-rekan wartawan saat acara launching Pesantren Tangguh di Ponpes Gontor 3 Gurah, meminta maaf," kata AKP Purnomo, Jumat (26/6).
AKP Purnomo berharap miskomunikasi yang terjadi di Ponpes Gontor 3 Gurah kemarin, tidak terjadi lagi. "Sekali lagi, kami meminta maaf atas kejadian kemarin," pungkas AKP Purnomo.
Seperti diberitakan BO, dengan alasan menjalankan protokol kesehatan, tiga wartawan yaitu wartawan HARIAN BANGSA / BANGSAONLINE.com / BANGSAONLINE TV, Wartawan RRI Kediri, dan wartawan Pledoi.co / Pledoi TV, harus menanggung malu karena didatangi dua polisi dan diminta untuk segera meninggalkan tempat. Peristiwa itu terjadi saat mereka meliput launching Ponpes Gontor 3 sebagai Pesantren Tangguh.
Tidak ingin berdebat panjang lebar, akhirnya tiga wartawan itu dengan perasaan malu meninggalkan tempat acara. (uji/ns)