Jumat, 04 Desember 2020 15:00

Pasar Tangguh Tanjungsari Dilengkapi BSO Probiotik dan Pengeras Suara

Kamis, 02 Juli 2020 18:00 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Pasar Tangguh Tanjungsari Dilengkapi BSO Probiotik dan Pengeras Suara
Bupati Pungkasiadi usai meresmikan Pasar Tangguh Tanjungsari.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pemkab Mojokerto getol memotong persebaran virus Covid-19. Setelah program Kampung Tangguh yang terus digelorakan, kini sektor perekonomian yakni pasar tradisional juga ikut kompak menanggulangi pandemi.

Salah satunya pasar tradisional Tanjungsari Kecamatan Dlanggu, yang diresmikan Bupati Mojokerto Pungkasiadi sebagai salah satu Pasar Tangguh wilayah Kabupaten Mojokerto.

“Pemerintah saat ini terus mempersiapkan dengan matang penerapan new normal. Kita siapkan betul bagaimana caranya kita tetap bisa beraktivitas, namun tidak sampai tertular Covid-19. New normal sendiri akan mulai diterapkan pada tujuh sektor, salah satunya memang pasar tradisional,” kata bupati dalam keterangnnya, Kamis (2/7) pagi.

Untuk antisipasi penyebaran Covid-19, Pasar Tangguh Pasar Tanjungsari Dlanggu saat ini telah dilengkapi bilik sterilisasi otomatis (BSO) dengan dilengkapi cairan probiotik. Cairan ini dinilai lebih aman daripada cairan disinfektan yang sebelumnya banyak digunakan. Pengeras suara pun juga akan standby di areal pasar, untuk terus memberi sosialisasi pentingnya disiplin protokol kesehatan pada masyarakat.

“Saya juga mengapresiasi atas inovasi-inovasi dalam menanggulangi pandemi. Kita punya kampung tangguh, tempat ibadah tangguh, wisata tangguh, dan juga pasar tangguh. Dalam penanggulangan ini, kita juga akan terus fokus pada empat hal. Yakni bidang Kesehatan, Jaring Pengamanan Sosial (JPS), pemulihan ekonomi, dan keamanan sosial. Keempatnya harus jalan,” tambah bupati di lokasi Pasar Tanjungsari Dlanggu.

Selain pasar, bupati bersama jajaran Forkopimda ini juga meninjau beberapa obyek wisata di Kabupaten Mojokerto dalam persiapan new normal. Antara lain Candi Brahu dan komplek wisata religi Makam Troloyo di Kecamatan Trowulan, serta Pacet Mini Park di Kecamatan Pacet.

Dalam keterangannya, bupati menjelaskan jika wisata akan segera dibuka secara bersamaan. Baik wisata milik pemda atau milik swasta. Pembukaan juga tengah menunggu kesiapan surat edaran beserta imbauan.

“Imbauan kita, tetap protokol kesehatan harus diutamakan. Baik itu di wisata milik pemda, swasta, samuanya harus memperhatikan itu. Kita juga harus sempurnakan terus persiapan apa yang diperlukan, untuk fasilitas maupun kenyamanan pengunjung,” terang bupati di lokasi wisata.

Selain kesiapan lokasi, bupati juga berharap SDM yang terkait juga ikut mengedukasi pengunjung wisata untuk disiplin protokol kesehatan.

“Saya harap petugas loket dapat memberikan sosialisasi kepada pengunjung, supaya tetap disiplin protokol kesehatan. Tentu saja nanti bisa disempurnakan. Bisa dengan membatasi kunjungan yang masuk, siap sarana CTPS, cek suhu tubuh, juga physical distancing misalnya di antrian loket dan tempat makannya,” tandas bupati. (yep/rev) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...