Acara Musyawarah Tokoh Madura yang digelar di Cafe Sky Bangkalan
BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Sejumlah tokoh Madura menyoroti menguatnya stigma negatif terhadap masyarakat Madura di berbagai daerah.
Citra seperti kasar, pembuat onar, hingga label merendahkan lainnya dinilai tidak hanya melukai martabat orang Madura, tetapi juga berdampak psikologis bagi generasi muda Madura yang hidup di tanah rantau.
Isu tersebut menjadi pembahasan dalam acara Musyawarah Tokoh Madura yang mengangkat tema 'Membangun Persaudaraan dan Menjaga Citra Madura Masa Akan Datang' di Cafe Sky Bangkalan, Minggu (11/1/2025).
Saleh Abdi Jaya selaku inisiator Musyawarah Tokoh Madura di Bangkalan menilai persoalan yang membawa nama Madura, khususnya yang melibatkan ormas, harus disikapi serius karena berdampak langsung pada generasi muda dan masyarakat Madura di perantauan.
“Sesuai aspirasi tokoh Madura yang ada di Indonesia, kalau ormas mengatasnamakan Madura tidak menjaga nama baik Madura, lebih baik dibubarkan,” ujarnya kepada awak media.
Di kesempatan yang sama, politikus asal Madura, H. Syafiuddin menegaskan bahwa masyarakat Madura di perantauan memikul tanggung jawab besar dalam menjaga citra daerah asalnya.
Menurutnya, nilai etika warisan leluhur Madura harus dipegang teguh dan diterapkan dalam kehidupan sosial.
“Perantau Madura adalah wajah Madura itu sendiri. Etika, keramahan, ketertiban, dan kedisiplinan harus menjadi karakter utama dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat,” kata dia.
Ia juga menyoroti kondisi psikologis perantau Madura, terutama mereka yang masih awam dan tidak memiliki jejaring sosial yang kuat.






