Jumat, 04 Desember 2020 15:24

Hendak Buat Kolam Pancing, Kadus di Kediri Temukan Dugaan Obyek Cagar Budaya

Senin, 06 Juli 2020 15:04 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Hendak Buat Kolam Pancing, Kadus di Kediri Temukan Dugaan Obyek Cagar Budaya
Yuli Marwantoko, S.E., M.M., Kabid Sejarah dan Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri saat mengecek lokasi. (foto: MUJI/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Berniat menggali tanah untuk membuat kolam pancing, seorang kepala dusun di Kabupaten Kediri malah menemukan struktur bangunan yang diduga sebuah obyek cagar budaya berupa bangunan candi.

Obyek cagar budaya itu terletak di Dusun Kebonagung, Desa Brumbung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Sebelumnya, sudah pernah ditemukan prasasti Watutulis yang berjarak sekitar 50 meter dari ditemukannya obyek baru tersebut. Prasasti Watutulis itu, saat ini sudah tersimpan di tempat Balai Desa Brumbung.

Kepala Dusun (Kadus) Kebonagung, Desa Brumbung, Kecamatan Kepung, M. Sulton selaku pemilik lahan sekaligus penemu pertama diduga obyek cagar budaya itu menjelaskan bahwa awalnya tanah akan digali untuk keperluan kolam pemancingan.

Menurut Sulton, di atas tanah seluas sekitar 50 ru yang hendak digali, ada tumpukan batu bata. Ketika batu bata dipindahkan, di bawahnya terlihat struktur bangunan mirip candi. Semakin digali lebih dalam, semakin terlihat struktur bangunan yang tertata rapi.

Karena diduga obyek cagar budaya, Sulton lalu memberitahukan penemuan ini kepada Kades Brumbung, Siti Nurhanik. Oleh Kades Brumbung, diteruskan ke Juwito, Juru Pelihara Cagar Budaya Brumbung. Juwito meneruskan laporan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri yang langsung menurunkan tim untuk mengecek ke lokasi.

Yuli Marwantoko, S.E., M.M., Kabid Sejarah dan Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri menjelaskan bahwa setelah dicek di lokasi, struktur bangunan itu diduga obyek cagar budaya berupa patirtan, tempat bersuci.

"Dugaan sementara situs obyek cagar budaya berupa petirtaan ini adalah peninggalan Raja Kediri Baweswara dari Kerajaan Khadiri pada abad 10-2," ujar Yuli, Senin (6/7/2020). (uji/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...