Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar (baju putih) dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri, dr. Fauzan Adima. foto: ist/ bangsaonline.com
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - 12 warga Kota Kediri Jawa Timur yang merupakan bagian dari jemaat ibadah pemberkatan doa di Klinik Elshadai positif Covid-19. Mereka diduga tertular Covid-19 dari pendeta asal Jakarta yang turut menghadiri prosesi pemberkatan doa tersebut.
Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri, dr. Fauzan Adima.
BACA JUGA:
- Antisipasi Kepadatan Kaliombo, Dishub Kota Kediri Siagakan Petugas dan Pantau Arus Lalin Lewat ATCS
- Antisipasi Tindak Kejahatan Jalanan, Polres Kediri Bentuk Tim Anti Begal
- PDIP Kabupaten Kediri Kurban 4 Sapi, Daging Dibagikan untuk Warga Prasejahtera
- Jembatan Kaliombo I Tutup Total hingga Desember 2026, Dishub Kota Kediri Siapkan Rekayasa Lalin
Menurut dr. Fauzan, ibadah pemberkatan doa di Klinik Elshadai berlangsung pada 19 Juni 2020. Sebanyak 32 jemaat mengikuti prosesi yang berlangsung di klinik itu.
Ditambahkan oleh dr. Fauzan, tujuh dari 32 jemaat berasal dari Jakarta. Setelah ibadah pemberkatan doa di Klinik Elshadai selesai, mereka langsung balik ke ibu kota.
"Untuk 25 (jemaat) sudah di-rapid," ujar pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri itu, Sabtu (11/7/2020).
Sementara Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, menduga 12 jemaat tersebut tertular Covid-19 dari para tamu dari Jakarta. Mulanya Gugus Tugas mendapati tiga jemaat positif Covid-19, namun setelah di-tracing jumlahnya bertambah menjadi 12 orang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




