Kamis, 03 Desember 2020 12:15

Petugas Gabungan ​Awasi Penerapan Perwali, Pengunjung Warnet Tak Pakai Masker Disanksi Push Up

Senin, 13 Juli 2020 15:17 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
Petugas Gabungan ​Awasi Penerapan Perwali, Pengunjung Warnet Tak Pakai Masker Disanksi Push Up
Petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP saat melakukan pendisiplinan di salah satu warnet di Kota Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP mulai melakukan pendisiplinan kepada warga Kota Blitar yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Sejumlah tempat keramaian menjadi target sasaran petugas gabungan. Salah satunya adalah warung internet (warnet) di beberapa titik di Kota Proklamator.

Benar saja, saat dilakukan pengecekan masih banyak pengunjung yang tidak memakai masker sebagai alat pelindung diri. Pemilik tempat usaha juga seakan membiarkan kondisi ini dan tidak memberi teguran pada pengunjung yang kedapatan tidak menggunakan masker. Mereka yang tidak mematuhi protokol kesehatan ini, rata-rata adalah anak usia sekolah.

Di sebuah warnet di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, petugas yang menemukan pengunjung tidak mengenakan masker langsung memberi sanksi push up. Sementara pemilik usaha mendapatkan peringatan dari petugas agar menerapkan protokol kesehatan.

"Kita sudah melakukan imbauan kepada masyarakat dalam beberapa hari terakhir agar mematuhi protokol kesehatan. Nah, begitu Peraturan Wali Kota Blitar Nomor 47 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan diterapkan, otomatis mereka yang kedapatan tak mematuhi protokol kesehatan, salah satunya memakai masker, akan dikenai sanksi. Tak hanya warga, namun pemilik usaha juga akan kena sanksi jika membiarkan pengunjung masuk tanpa mematuhi protokol kesehatan," ujar KA SPKT Polres Blitar Kota, Ipda Yuno Sukaito yang memimpin kegiatan pendisiplinan, Senin (13/7/2020).

Peraturan wali kota (Perwali) tentang Penerapan New Normal di masa pandemi Covid-19, sudah mulai diterapkan di Kota Blitar. Adapun isi Perwali itu, selain mengatur sanksi bagi masyarakat juga mengatur perusahaan maupun pengelola tempat wisata yang melanggar protokol kesehatan saat penerapan New Normal atau normal baru. Pengelola tempat usaha, wisata, dan tempat publik harus menyediakan sarana prasarana protokol kesehatan saat beroperasi kembali.

Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan, sanksinya bervariasi tergantung tingkat pelanggaran yang dilakukan. Untuk tempat usaha dan tempat wisata misalnya, mereka yang melanggar protokol kesehatan akan diberi sanksi berupa teguran hingga tiga kali sampai penutupan sementara.

"Bagi tempat usaha dan tempat wisata yang melanggar protokol kesehatan ada sanksi teguran pertama, kedua, ketiga, sampai penutupan sementara," kata Santoso.

Selain itu, tempat usaha dan tempat wisata sanksi sosial juga diberlakukan bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Misalnya, masyarakat yang tidak pakai masker di tempat publik akan diberi sanksi sosial berupa bersih-bersih fasilitas umum maupun diminta push up.

"Sanksi ini sebagai efek jera agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat pemberlakuan New Normal," tegasnya.

Pemkot Blitar bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk menerapkan Perwali ini. Petugas akan gencar melaksanakan patroli untuk mendisiplinkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Dia juga meminta masyarakat mematuhi aturan yang sudah ada.

"Pemberlakuan New Normal ini sebagai upaya menumbuhkan kembali ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Tapi, yang perlu ditegaskan, masyarakat sudah bisa beraktivitas kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," pungkasnya. (ina/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...