Selasa, 27 Juli 2021 22:49

Tak Seluruh Kawasan Berzona Merah, Sekolah di 7 Kecamatan Sumenep Boleh Gelar KBM Tatap Muka

Selasa, 04 Agustus 2020 19:04 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Alan Sahlan
Tak Seluruh Kawasan Berzona Merah, Sekolah di 7 Kecamatan Sumenep Boleh Gelar KBM Tatap Muka
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. Carto, M.M. (foto: ist).

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Predikat zona merah Covid-19 yang masih disandang Kabupaten Sumenep, mengakibatkan tidak diperbolehkannya siswa untuk belajar secara tatap muka atau langsung.

Hingga awal Agustus 2020, sistem belajar siswa di kawasan daratan dan sebagian kepulauan masih diperlakukan dengan sistem daring (online).

“Belum secara tatap muka, penyebabnya ya karena Sumenep masih zona merah terkait pandemi Covid-19," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. Carto, M.M., Selasa (4/8/2020).

Tujuan pembelajaran secara daring ini, kata Carto, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

BACA JUGA : 

PPKM Darurat, Puskesmas di Sumenep Tetap Buka Pelayanan

Tangkal Wabah Corona, Takmir Masjid di Sumenep Doa Bersama Tiup Kepala Kambing

Optimalkan Pengumpulan ZIS ASN, Baznas Sumenep Gelar Rakor Bersama Bupati dan OPD

Penanganan Covid-19 Sumenep, Beredar Chat Nada Ancaman

"Kita tidak bisa dan tidak mau mengambil risiko dengan perlakukan pembelajaran di kelas. Lebih-lebih, Pusat memang belum memperbolehkan siswa masuk sekolah, khususnya di kawasan zona merah pandemi Covid-19," ungkapnya.

Namun ia mengatakan, di Kabupaten Sumenep tidak seluruh kecamatan termasuk dalam zona merah. Sehingga, masih ada beberapa yang diperbolehkan untuk membuka sekolah kembali atau menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka, yakni sedikitnya ada tujuh kecamatan.

"Ketujuh kecamatan tersebut meliputi seluruh kepulauan di Kabupaten Sumenep, kecuali Kecamatan Raas dan Kecamatan Talango," jelasnya.

Tujuh kecamatan kepulauan itu, lanjut Carto, masuk zona hijau. "Jadi, tidak masalah melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah," pungkasnya. (aln/zar)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...