Skrining Mandiri di Sekolah, Dinkes Sumenep Dorong Deteksi Dini TBC dan Kusta

Skrining Mandiri di Sekolah, Dinkes Sumenep Dorong Deteksi Dini TBC dan Kusta Petugas Dinkes P2KB Sumenep saat menyampaikan materi di SDN Tambuko

SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep menggelar sosialisasi skrining kesehatan mandiri bagi siswa SDN Tambukoh, Desa Tambukoh, Kecamatan Guluk-Guluk, Jumat (6/3/2026), untuk memperkuat deteksi dini penyakit menular di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif guna meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular di kalangan warga sekolah.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasah mengatakan sosialisasi tersebut diikuti kepala sekolah, guru, wali kelas, penanggung jawab Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta para siswa.

Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada guru dan siswa terkait penyakit menular, terutama tuberkulosis (TBC) dan kusta.

“Kegiatan ini digelar untuk memberikan pemahaman tentang penyakit menular tuberkulosis dan kusta. Tujuannya agar guru dan siswa dapat mendeteksi sejak dini penyakit menular tersebut,” jelasnya.

Ellya menambahkan, melalui sosialisasi ini pihaknya juga mendorong sekolah agar mampu melaksanakan skrining kesehatan secara mandiri, khususnya saat proses penerimaan siswa baru.

Selain itu, kata dia, sekolah diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala setiap enam bulan guna menekan potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan pendidikan.

“Kami berharap pihak sekolah bisa melakukan screening rutin setiap enam bulan untuk mencegah terjangkitnya penyakit menular,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan mekanisme pelaporan serta langkah tindak lanjut jika ditemukan siswa yang menunjukkan gejala yang mengarah pada tuberkulosis maupun kusta.

“Pendekatan ini menempatkan sekolah sebagai mitra strategis dalam sistem kewaspadaan dini kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat peran UKS sebagai garda terdepan dalam perlindungan kesehatan siswa,” pungkasnya. (van)