Imam Hasyim, Wabup Sumenep
SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Sumenep, K.H. Imam Hasyim menyesalkan aksi relawan SPPG di Kecamatan Kangayan yang berkaraoke dan berjoget di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut melibatkan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cendikia Waskita, Desa/Kecamatan Kangayan, yang kedapatan berkaraoke, berjoget, hingga menabur uang di area dapur pada Senin (6/4/2026).
BACA JUGA:
- Isyarat Anggaran MBG Rp268 Triliun Bakal Susut Menguat Usai Rencana Pemerintah Hitung Ulang
- Kinerja DPRKP Perizinan Dapur MBG di Pamekasan Dinilai Lamban, DLH dan Dinkes Sampai Jemput Bola
- Dapur MBG 'Bengkak' Berpotensi Ditutup? Istana Siapkan Penataan Ulang
- Anggaran Belum Cair, 45 SPPG Jombang Stop Distribusi Makanan
Menurut Wabup, fasilitas SPPG tidak boleh digunakan untuk kepentingan di luar operasional MBG.
“Kami turut prihatin dengan tindakan tersebut. Pasalnya, tindakan seperti itu berpotensi mengganggu efektivitas relawan yang sedang bekerja sesuai tugasnya masing-masing. Kalau mau menghilangkan penat, sebaiknya di luar SPPG saja,” kata dia, Kamis (9/4/2026).
Ia menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sumenep akan berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah SPPG setempat terkait kejadian tersebut.
“Nanti kami akan mengevaluasi bersama tentang SPPG yang ada di Sumenep mulai dari aspek pelaksanaan, operasional dan menu yang dibagikan agar lebih baik ke depan,” cetusnya.
Ia berujar, pelaksanaan dan pendistribusian program MBG harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, baik pegawai, relawan, maupun mitra SPPG.
“Ini sebagai upaya kami untuk memastikan menu MBG berdampak positif kepada penerima manfaat. Karena, salah satu tujuan MBG ini untuk mengurangi stunting dan meningkatkan kecerdasan anak,” ujarnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





