Imam Hasyim, Wabup Sumenep
SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Sumenep, K.H. Imam Hasyim menyesalkan aksi relawan SPPG di Kecamatan Kangayan yang berkaraoke dan berjoget di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut melibatkan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cendikia Waskita, Desa/Kecamatan Kangayan, yang kedapatan berkaraoke, berjoget, hingga menabur uang di area dapur pada Senin (6/4/2026).
BACA JUGA:
- Lantik Pengurus Anak Cabang se-Pasuruan Raya, Sekretaris DPD PDIP Jatim Singgung soal MBG
- Menham Pigai Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Dinilai Layak Dihentikan
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
Menurut Wabup, fasilitas SPPG tidak boleh digunakan untuk kepentingan di luar operasional MBG.
“Kami turut prihatin dengan tindakan tersebut. Pasalnya, tindakan seperti itu berpotensi mengganggu efektivitas relawan yang sedang bekerja sesuai tugasnya masing-masing. Kalau mau menghilangkan penat, sebaiknya di luar SPPG saja,” kata dia, Kamis (9/4/2026).
Ia menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sumenep akan berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah SPPG setempat terkait kejadian tersebut.
“Nanti kami akan mengevaluasi bersama tentang SPPG yang ada di Sumenep mulai dari aspek pelaksanaan, operasional dan menu yang dibagikan agar lebih baik ke depan,” cetusnya.
Ia berujar, pelaksanaan dan pendistribusian program MBG harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, baik pegawai, relawan, maupun mitra SPPG.
“Ini sebagai upaya kami untuk memastikan menu MBG berdampak positif kepada penerima manfaat. Karena, salah satu tujuan MBG ini untuk mengurangi stunting dan meningkatkan kecerdasan anak,” ujarnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




