Viral Video Roti Berjamur Diduga Menu MBG di Sumenep, SPPG Minta Maaf

Viral Video Roti Berjamur Diduga Menu MBG di Sumenep, SPPG Minta Maaf Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan roti dalam kondisi berjamur diduga menu MBG di Sumenep

SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Video yang memperlihatkan roti berjamur diduga bagian dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumenep, Jawa Timur, viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, sejumlah wali murid membuka kemasan roti satu per satu dan menunjukkan kondisinya ke kamera. Roti yang ditampilkan tampak berjamur dan dinilai tidak layak konsumsi.

Para wali murid juga menyampaikan kekecewaan. Mereka mempertanyakan kelayakan menu tersebut sebagai makanan bergizi, menyinggung pengelolaan anggaran, hingga berkelakar roti itu lebih pantas diberikan kepada hewan ternak karena tidak ada yang bersedia mengonsumsinya.

Informasi yang dihimpun, video tersebut diduga dibuat oleh wali murid TK Dharma Wanita di Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sepudi. 

Paket makanan itu disebut merupakan menu MBG yang dirapel untuk tiga hari, mulai Senin (23/2/2026) hingga Rabu (25/2/2026).

Menanggapi beredarnya video tersebut, Kepala Dapur SPPG Gayam, Zainul Mujib, menyampaikan permohonan maaf.

Ia menjelaskan bahwa beberapa menu, seperti roti dan telur rebus, memang tidak memiliki daya tahan lama. 

Menurutnya, pembagian selama tiga hari bukan berarti makanan yang sama disimpan lalu dibagikan pada hari terakhir.

"Mohon maaf sebelumnya, Menindaklanjuti terkait video dari wali murid TK Dharma wanita, untuk pendistribusian roti yang diberikan hari Senin untuk tidak didistribusikan lagi di hari berikutnya, karena beberapa menu yang kita sajikan tidak bertahan lama. Seperti roti dan telur rebus," kata Zainul.

Ia menegaskan, roti yang dibagikan pada Senin seharusnya tidak lagi didistribusikan pada hari berikutnya.

"Apalagi sekarang sudah hari Rabu. Apalagi di menu kami juga ada telur, pastinya juga akan berbau jika baru berikan hari ini kepada siswa. Sebelum pendistribusian di hari senin roti kami aman dan tidak berjamur," tambahnya.

Zainul menyebut roti yang digunakan merupakan produk UMKM tanpa bahan pengawet sehingga memiliki masa simpan terbatas. Selain itu, faktor penyimpanan di sekolah, seperti suhu, kelembapan, dan penataan yang bertumpuk, disebut berpotensi mempercepat munculnya jamur.

Meski demikian, ia memastikan saat proses produksi dan sebelum didistribusikan pada Senin, kondisi roti dalam keadaan baik dan layak konsumsi.