Covid-19 Menyerang Pendidikan Indonesia, Efektifkah Pembelajaran Daring?

Covid-19 Menyerang Pendidikan Indonesia, Efektifkah Pembelajaran Daring? Siti Haleeda Fajrin

Oleh: Siti Haleeda Fajrin*

Sekarang ini dunia dihebohkan dengan mewabahnya suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengan nama corona yang dikenal dengan istilah Covid-19 (Corona Virus Diseases-19). Semenjak Januari, virus jenis baru ini diumumkan dapat menular antar manusia, dan kini sudah menjajah berbagai negara. Virus yang disinyalir mulai mewabah 31 Desember 2019 di Kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok, saat ini menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia dengan sangat cepat. Bahkan WHO pada tanggal 11 Maret 2020 telah menetapkan wabah ini sebagai pandemi global.

Di Indonesia, kasus positif Covid-19 pertama kali dideteksi pada 2 Maret 2020, ketika dua orang terkonfirmasi tertular dari seorang warga negara Jepang. Pemerintah Indonesia pun langsung mengatur strategi dengan berbagai cara untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di wilayah Indonesia.

Rumitnya penanganan wabah ini membuat para pemimpin dunia menerapkan kebijakan yang super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Social dan physical distancing menjadi pilihan berat bagi setiap negara untuk menekan penyebaran Covid-19. Sebab, kebijakan ini berdampak negatif terhadap segala aspek kehidupan, salah satunya di bidang pendidikan.

Dampak kebijakan social dan physical distancing Pemerintah memutuskan memindahkan proses pembelajaran dari sekolah/madrasah menjadi di rumah melalui sistem dalam jaringan (daring) atau online. Namun kebijakan ini lagi-lagi mambawa keresahan banyak pihak.

Simak berita selengkapnya ...