Ilustrasi.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Lesunya sektor ekonomi yang melanda Indonesia sejak adanya wabah pandemi Covid-19 sejak bulan Mei hingga sekarang berdampak di hampir semua lini kegiatan usaha.
Termasuk juga di Kabupaten Pasuruan, di mana beberapa perusahaan harus melakukan PHK karyawan lantaran mereka tidak bisa melakukan impor. Nasib sama dialami pengusaha bidang konstruksi yang mulai kelimpungan karena tidak ada kegiatan proyek.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
Untuk menggerakkan sektor ekonomi di Kabupaten Pasuruan, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan M. Sudiono Fauzan mendesak Bupati Irsyad Yusuf agar segera melaksanakan kegiatan pembangunan yang belum terlaksana. Politikus PKB ini menilai, dengan digulirkankan proyek pembangunan, maka roda ekonomi bisa berputar lagi.
"Harapannya dengan digulirkan proyek pembangunan tersebut, bisa membuka lapangan pekerjaan, utamanya pekerja bangunan dan kuli kasar," jelasnya.
Menurutnya, saat ini Presiden juga sudah mengeluarkan kebijakan kepada semua kepala daerah untuk mempercepat proyek pembangunan yang bersumber dari dana APBD. Memang tidak semua paket pekerjaan fisik bisa dilaksanakan tahun ini, lantaran anggaran dialihkan untuk kegiatan penanganan Covid-19. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




