Aliran sungai yang tertutup material. (foto: ist).
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Petani di wilayah Desa Sugiharjo, Mondokan, dan Perbon, Kecamatan/Kabupaten Tuban sambat lantaran aliran sungai untuk pengairan di lahannya tertutup material akibat aktivitas proyek ring road atau Jalan Lingkar Selatan (JLS).
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Tuban, Karso mengatakan, sejak aliran sungai tertutup material, para petani merasa gelisah. Sebab sungai menjadi tersendat dan para petani tidak bisa mengairi lahannya. Padahal fungsi aliran sungai dapat mengairi puluhan hektare lahan sawah yang ada di Desa Sugiharjo, Mondokan, dan Perbon.
BACA JUGA:
- Kolaborasi PT UTSG dan BUMDes Karanglo Sukses Panen 4 Ton Bawang Merah Senilai Rp120 Juta
- Hadiri Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Dicurhati Petani: Butuh Irigasi hingga Alat Pascapanen
- Mangkrak Sejak 2021 Karena Tak Sesuai Standar MA, Nasib Gedung Baru PN Tuban Belum Jelas
- Berkurang 63 Persen, Petani di Tuban Protes Kuota Pupuk Subsidi
"Keberadaan aliran sungai ini sangat dibutuhkan petani," ujar Ketua KTNA, Karso saat diwawancarai, Selasa (8/9/2020).
Kata dia, selama sungai ditutup material, pihak penggarap maupun Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tuban tidak pernah musyawarah dengan petani sekitar.
"Ini pihak pelaksana ngawur, hanya pilih enake tanpa memikirkan wong cilik," tuturnya.
Petani pun meminta agar sungai itu segera dikembalikan semula. Jika sungai itu menjadi akses pengerjaan ring road, petani menyarankan dibuatkan jembatan. Harapannya, agar petani dapat beraktivitas dan bercocok tanam.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




