Sabtu, 19 Juni 2021 11:25

PWI: Wartawan Jadi Timses Harus Cuti atau Mundur

Rabu, 23 September 2020 19:41 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nanang Fachrurozi
PWI: Wartawan Jadi Timses Harus Cuti atau Mundur
Mahmud Suhermono, Wakil Ketua PWI Jawa Timur.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tidak dipungkiri peran wartawan dan media dalam setiap perhelatan kontestasi, baik lokal maupun nasional, cukup strategis sebagai sarana bagi kandidat untuk meraih popularitas, akseptabilitas, dan tentunya elektabilitas, yang muaranya untuk meraih kemenangan.

Dalam posisi inilah, sangat diharapkan media untuk bersikap independen terhadap semua kontestan. Media diwajibkan menjaga netralitas, atau tidak memihak salah satu paslon. Sebab bila memihak, akan mengurangi hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat, akuntabel, jernih, dan transparan.

"Dewan Pers sebagai institusi yang diberi kewenangan Undang-Undang untuk menata kehidupan pers nasional, serta menjaga kebebasan dan kemerdekaan pers, sudah mengeluarkan ketentuan terkait pemilihan umum (Pemilu) atau Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)," tegas Mahmud Suhermono, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur kepada bangsaonline.com, Rabu (23/9).

"Dewan Pers menerbitkan Surat Edaran Nomor No 01/SE-DP/I/2018 tentang Posisi Media dan Imparsialitas Wartawan dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019," sambung Mahmud.

BACA JUGA : 

Jelang Lebaran, PWI Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Sopir Angkot

Pengurus PWI Ngawi Resmi Dilantik

PWI dan IJTI Kota Mojokerto Gelar Teatrikal Kecam Aksi Kekerasan, Forkopimda Lepas Merpati

IJTI, AJI, dan PWI Gelar Aksi Solidaritas Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan Tempo

Menurut Mahmud, Surat Edaran Dewan Pers itu menyebutkan, "Meminta kepada setiap wartawan yang memilih untuk maju menjadi calon kepala daerah atau calon wakil kepala daerah atau calon legislatif, ataupun menjadi anggota tim sukses partai atau tim sukses pasangan calon untuk, Pertama, segera non aktif sebagai wartawan. Kedua, mengundurkan diri secara permanen."

"Sebab, dengan menjadi calon kepala daerah/wakil kepala daerah atau tim sukses, sesungguhnya seorang wartawan telah memilih untuk berjuang guna kepentingan politik pribadi atau golongannya," ulasnya.

"Padahal tugas utama wartawan adalah mengabdi pada kebenaran dan kepentingan publik," pungkasnya. (nf/rev)

Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua, Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 18 Juni 2021 10:01 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...