Rabu, 25 November 2020 09:59

Lebih Didengar Ketimbang Dokter, Mahfud MD Minta Kiai Kampanyekan Protokol Kesehatan Covid-19

Minggu, 04 Oktober 2020 17:34 WIB
Editor: MMA
Wartawan: Tim
Lebih Didengar Ketimbang Dokter, Mahfud MD Minta Kiai Kampanyekan Protokol Kesehatan Covid-19
Mahfud MD. Foto: IST

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mengunjungi kampung halamannya di Pulau Madura, Jawa Timur, Minggu (4/10). Setiap kali ke Madura, Mahfud MD memang selalu menyempatkan diri sowan ke pondok pesantren (Ponpes).

Kali ini, Mahfud menyambangi Ponpes Annuqayah Guluk-guluk, Sumenep. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini meminta kiai dan santri untuk mengajak mereka mengampanyekan protokol kesehatan.

Mahfud yang pernah nyantri di salah satu ponpes di Madura ini mengerti peran penting kiai dan pesantren di kalangan masyarakat Madura. Di Madura, kiai memegang peran yang amat penting tidak hanya di pondok, tapi di juga di masyarakat. Dengan ketokohan, teladan, serta ilmu yang dimiliki, santri dan masyarakat Madura pada umumnya tunduk dan patuh pada kiai.

"Saya mohon kepada kiai, sampaikan ke santri dan masyarakat ke sekitar pesantren. Karena yang didengar masyarakat itu kiai, daripada dokter. Kalau saya datangkan dokter banyak yang gak percaya. Masyarakat banyak takut pada kiai daripada kepada polisi. Karenanya, saya mengajak kiai dan pesantren untuk berkampanye protokol kesehatan," ungkap Mahfud di depan hadirin.

Kehadiran Mahfud di salah satu pondok pesantren tertua di Madura ini disambut hangat para ulama, tokoh masyarakat, dan aparat pemerintah.

Acara di ponpes yang didirikan KH. Moh. Syarqawi pada tahun 1887 ini berlangsung dengan protokol kesehatan ketat. Jarak antara satu dengan yang lain berjauhan. Seluruh santri, pengurus dan kiai di ponpes ini memakai masker dan dirapid test.

Mahfud MD menegaskan, para ulama dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya Covid-19. Diketahui, data Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, Kabupaten Sumenep saat ini masih berstatus merah, karena protokol kesehatan belum sepenuhnya dijalankan dengan baik.

Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur ini berharap, Ponpes Annuqayah dengan enam ribu lebih santri yang dimilikinya menjadi contoh dan garda terdepan dalam menekan angka penyebaran Covid-19 di Madura. Sebab, virus ini tak pilih-pilih dalam menginfeksi orang.

"Corona menyerang siapa saja. Nggak memilih orang yang ke masjid atau ke gereja. Korona ini gak punya partai, PKB ya kena, Golkar ya kena, PPP ya kena. Di Iran, karpetnya banyak virus, korban jiwanya juga banyak," kata Mahfud.

"Oleh sebab itu, kita tunggu vaksin, kalau sakit ada gejala covid lapor ke bupati, jangan takut. Mohon maaf tadi sebelum masuk ke sini semua di-rapid test, bukan kita sombong tapi untuk menyelamatkan banyak orang ini," tandasnya.

Di Ponpes Annuqayah, Mahfud juga mengadakan sarasehan ulama dan tokoh masyarakat dengan tema Radikalisme Sekulerisme dan Agama Tantangan Bagi Indonesia Maju. Usai menyambangi Ponpes Annuqayah, Mahfud bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Amien, Prenduan, Sumenep. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...