Selasa, 18 Mei 2021 18:21

​Bidik 3, 45 Juta Muslim Amerika, Calon Presiden Joe Biden Kutip Hadits dan Insyaallah

Selasa, 20 Oktober 2020 20:56 WIB
Editor: MMA
​Bidik 3, 45 Juta Muslim Amerika, Calon Presiden Joe Biden Kutip Hadits dan Insyaallah
Kandidat Presiden AS Joe Biden. foto: wikipedia

WASHINGTON, BANGSAONLINE.com-Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) tinggal dua minggu lagi. Pilpres di AS akan berlangsung Selasa, 3 November 2020 mendatang.

Yang menarik, Calon Presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) Joe Biden benar-benar all out untuk cari dukungan dari warga AS yang beragama Islam. Manuver poliik itu ia lakukan untuk menarik simpati warga muslim AS yang berjumlah sekitar 3,45 juta jiwa.

Jumlah ini hanya 1 % dari jumlah total warga AS yang mencapai 328,2 juta jiwa. Meski demikian, jumlah minoritas ini bisa menjadi penentu kemenangan pemilihan presiden AS karena mereka terkonsentrasi di negara bagian penting dan medan pertempuran, seperti Michigan, Florida, Wisconsin, dan Pennsylvania. Jadi suara mereka sangat berpengaruh.

“Muslim-Amerika adalah bagian Amerika Serikat, memberikan kontribusi budaya dan ekonomi yang tak ternilai bagi komunitas di seluruh negara. Tetapi mereka juga menghadapi tantangan dan ancaman nyata dalam masyarakat kita, termasuk kekerasan yang dipicu oleh rasial dan Islamofobia,” tegas Joe Biden dalam pidato kampanyenya.

BACA JUGA : 

Ekonomi Tiongkok Tumbuh 20 Persen, India 12 Persen Tapi Covid-19 Gila-gilaan

Gandeng FBI, Polda Jatim Bongkar Pembuat Website Scam Untuk Cairkan Dana PUA Warga AS

Naikkan Pajak untuk Orang Kaya, 50 Hari Sukses Vaksin 100 Juta Orang

Sandiwara Amerika-Tiongkok, Saling Kecam, Lalu Bertemu secara Tertutup

(Demo warga AS tentang kematian George Floyd, berani melawan polisi. Foto: (AP/Ben Margot) 

Pidato Biden itu menyodok langsung kebijakan politik rasis Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan larangan bagi negara-negara mayoritas muslim untuk datang ke AS dengan alasan mencegah terorisme asing masuk.

Trump bukan hanya rasis pada umat Islam. Tapi juga diskriminatif terhadap warga AS kulit hitam. Banyak sekali warga sipil AS berkulit hitam terbunuh di tangan polisi selama Trump jadi presiden. George Floyd dibunuh polisi kulit putih Minneapolis bernama Derek Chauvin, Senin (25/5). Secara sadis Chauvin menginjakkan kaki ke leher Floyd sehingga ia meninggal dunia karena tak bisa bernafas. AS pun geger. Demo meluas di seantero negeri.

Celakanya, pembunuhan itu berlanjut. Seorang perwira polisi Atlanta menembak dan membunuh Rayshard Brooks, 27, di sebuah restoran cepat saji Wendy. Ia ditembak hingga tujuh kali. Polisi-polisi AS memang sadis sekali terhadap warga Amerika kulit hitam.

(Donald Trump. Foto: Shutterstock/deadline.com)

Kebijakan politik rasis Trump itulah yang dimanfaatkan Joe Biden dalam kampanyenya. Capres dari Partai Demokrat itu terus mendekati kelompok-kelompok minoritas, termasuk umat Islam.

Ia bahkan tak segan-segan mengutip Hadits Rasulullah SAW.

"Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tanganmu, jika tidak sanggup lakukan dengan lisanmu. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan hatimu," kata Biden mengutip Hadis Rasulullah SAW.

Narasi Arab Hdits ini berbunyi: Man ra-a minkum munkaran falyughayyir biyadihi, fa in lam yastathi' bilisanihi, fa in lam yastathi' biqalbihi, wa dzalika ad'af al-iman”.

"Kita tidak bisa lagi membiarkan Trump berkuasa selama empat tahun ke depan. Komunitas Muslim Amerika harus bersatu untuk mengumpulkan dukungan dan memastikan suara kalian terwakili," tegas Biden.

Biden bahkan berjanji memasukkan perwakilan Muslim dalam pemerintahannya. Tujuan untuk menentang pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap minoritas Muslim di seluruh dunia.

Joe Biden juga mengucapkan kalimat Insyaallah dalam debat perdana Pemilihan Presiden AS. Kalimat tersebut dilontarkan Biden saat berhadapan dengan Donald Trump.

Hal itu terjadi saat Biden menyinggung kasus pengemplangan pajak Donald Trump. Trump mengaku akan segera mengembalikannya dan dirilis kepada publik. "Segera, setelah selesai,” kata Trump.

“Kapan? Insyaallah?,” kata Biden menyindir Trump.

Kutipan Biden ini memang sempat menimbulkan kontroversi di kalangan Islam. Karena penggunaan kata insyaallah dianggap kurang tepat. Yaitu sebagai sindiran.

Insyaallah berarti "Jika Tuhan berkehendak". Biasanya, istilah tersebut diucapkan ketika seseorang mencoba untuk memenuhi janjinya, tetapi ia menyadari bahwa Tuhan adalah pemilik segala kehendak. Bagi umat muslim, penggunaan kalimat Insyaallah adalah bentuk kerendahan hati kepada Sang Pencipta. (dari berbagai sumber/MMA)

Viral Emak-emak Damprat Kurir Online Shop: Blok-G*oblok
Selasa, 18 Mei 2021 00:40 WIB
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Video emak-emak mendamprat kurir jual beli online via sistem COD atau cash on delivery tengah ramai di media sosial. Si emak itu mengaku ditipu dengan paket yang isinya tidak sesuai dengan yang dipesannya via online sho...
Sabtu, 15 Mei 2021 22:16 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga tabebuya, khususnya yang berwarna kuning, bermekaran lagi di jalanan Kota Surabaya. Bunga berwarna kuning indah itu semakin mempercantik jalanan, terutama jalan protokol pada saat Idul Fitri atau lebaran kali i...
Selasa, 18 Mei 2021 05:35 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dahlan Iskan, wartawan terkemuka, kembali menulis konflik keluarga bos Liek Motor, Like Moeljanto. Royce – anak Like Moeljanto –merasa mendapat karma karena perbuatan ayahnya yang suka adu ayam jago.Loh? Bukankah du...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...