Ketua DPRD Sumenep KH Abdul Hamid Ali Munir.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini dirayakan dalam masa pandemi Covid-19 yang mendunia ini.
Ketua DPRD Sumenep KH Abdul Hamid Ali Munir mengingatkan pesantren agar tetap eksis dalam mencerdaskan anak bangsa yang selama ini dijalankan.
BACA JUGA:
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
- Apel Akbar HSN Amanatul Ummah Dihadiri Tiga Syaikh Mesir, Kiai Asep: Sejarawan Kiri Gelapkan Sejarah
- Bupati Pamekasan Ajak Santri Jadi Penggerak Peradaban di Upacara Hari Santri 2025
- Besok Pagi, PP Amanatul Ummah Apel Akbar Hari Santri, Ini Kata Menteri Desa dan PDT RI
“Dalam kondisi apapun pesantren tetap semangat dalam rangka menjalankan misi mencerdaskan bangsa ini,” ujar Kiai Hamid saat diwawancarai melalui sambungan telepon selulernya, Rabu, (21/10/2020).
Menurutnya, santri identik dengan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Jadi, prinsip dan sikapnya pada NKRI yang tidak perlu diragukan lagi. Santri itu cinta Indonesia dan istilah santri hanya satu-satunya ada di dunia,” ucapnya.
Ditegaskan, kontribusi santri dalam perjalanan bangsa Indonesia harus terus diingat. Dengan demikian, dalam kondisi adanya wabah Covid-19, santri harus tetap belajar seperti sedia kala. “Santri tetap mengaji dan santri tetap beraktivitas sesuai dengan apa yang kewajiban sebagai santri,” tegasnya.
Ia menambahkan, terdapat banyak filosofi dalam kehidupan santri saat di pesantren. Kehidupan di pesantren tidak memandang ras atau suku. “Santri itu penuh rasa syukur, bahkan ketika makan pun satu piring makan secara bersama,” pungkasnya. (aln/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




