Ilustrasi.
“Saat ini kan uji coba 1.600-an orang, itu nanti review-nya akhir Januari. Kalau dari timeline-nya, memang Maret. Jawa dan Bali diprioritaskan karena kasusnya banyak,” ujarnya.
“Sumber daya manusia untuk vaksinasi juga akan disiapkan. Mereka mendapat pelatihan yang difasilitasi Dinkes Kota Batu. Pelatihan yang diperoleh yakni, metode penyuntikan dan berbagai prosedur lainnya yang berkaitan dengan vaksin. Mulai dilatih petugas vaksinatornya. Ini mau masuk ke gelombang kedua dari puskesmas. Disegarkan kembali tentang tata cara penyuntikannya,” ujarnya.
Saat ini SDM yang ada di Kota Batu dinyatakan cukup secara kuantitas. Menurut Kartika, SDM yang terdiri dari perawat dan bidan sudah mumpuni melakukan vaksinasi.
Dalam kesempatan ini, Kartika memastikan jika vaksin Covid-19 diberikan secara cuma-cuma atau gratis. Meski sudah ada rencana vaksinasi, Kartika mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan. Karena Covid-19 butuh waktu penanganan yang agak lama seiring dengan perkembangan mutasinya yang terbilang unik.
“Namanya vaksin itu tidak melindungi 100 persen. Vaksin sejak bayi saja masih mungkin terkena sakit, tapi ketika kena tidak terlalu parah,” ungkapnya. (asa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




