Tim PVMBG Bandung Tinjau Lokasi Tanah Retak di Dukuh Badut

Tim PVMBG Bandung Tinjau Lokasi Tanah Retak di Dukuh Badut Tim PVMBG Bandung didampingi oleh BPBD Kabupaten Kediri saat meninjau tanah retak di Dukuh Badut.

Sementara itu Kepala Subbidang Mitigasi dan Gerakan Tanah Wilayah Barat Badan Geologi PVMBG Bandung, Sumaryono, mengatakan dari hasil peninjauan ke Dukuh Badut, diketahui pergerakan longsor mengarah timur laut.

"Dari pengukuran retakan tanah di lokasi, kami menyimpulkan potensi terjadi longsor akan berdampak ke arah 4 rumah warga. Kemudian berdasarkan peta kerawanan longsor yang ada pada data PVMBG, daerah ini memang berpotensi tinggi terjadi longsor," jelas Sumaryono.

Sementara itu, Sunawan, perangkat Desa Jugo mengatakan 4 KK yang rawan terdampak longsor saat ini menempati rumah hunian sementara yang telah dibangun BPBD Kabupaten Kediri. "Sejak tahun 2019, setiap musim hujan mereka sudah terbiasa mengungsi karena takut terjadi longsor," jelas Sunawan.

Sedangkan Yoko Prasetyo, Ketua RT 05 RW 01 Dukuh Badut, sebelumnya pernah menjelaskan bahwa di RT-nya ada 6 rumah yang dihuni oleh 18 orang. Menurut Yoko, keretakan tanah sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2017 lalu. Namun warga tidak terlalu khawatir, karena awalnya memang hanya sedikit.

"Tapi saat ini keretakan sudah panjang, sekitar 100 meter lebih. Makanya ketika menjelang malam, lebih-lebih bila sedang hujan, kami akan mengungsi ke barak pengungsian," terang Yoko. (uji)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO