Kamis, 03 Desember 2020 16:50

Elemen Masyarakat Sidoarjo Gelar Aksi Tolak Kedatangan Habib Rizieq

Minggu, 22 November 2020 02:05 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy Erlambang
Elemen Masyarakat Sidoarjo Gelar Aksi Tolak Kedatangan Habib Rizieq

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Puluhan orang dari berbagai elemen masyarakat di Sidoarjo menggelar unjuk rasa menolak kedatangan petinggi Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS).

Mereka berasal dari GP Ansor, Seven Gab, Ikapdar, NU, PMII, dan Ikatan Pedagan Sidoarjo, serta Banteng Muda Sidoarjo. Aksi dipusatkan di Monomen Jayandaru yang terletak sebelah timur alun-alun Sidoarjo.

Mereka juga membawa dua banner yang bertuliskan, "Ini Tanah Air Kami Negeri Indonesia, Ideologi Pancasila, Habib Rizieq Shihab Tinggalkan Indonesia".

"Kami Atas Nama Organisasi Islam Menolak Keras Kedatangan Habib Rizieq Shihab, Karena Memecah Belah NKRI dan Umat Islam".

Dari pantauan wartawan, mereka melakukan aksi dengan damai, saat salah satu korlap sedang orasi. Ada pendemo yang menyobek kalimat Habib yang ada di banner. Mereka menggangap Rizieq Shihab tidak pantas menggunakan nama Habib.

Tidak puas menyobek nama Habib, mereka kemudian menyobek fofo Habib Rizieq. Kemudian dipotong dengan gunting, selanjutnya dibuang dan di injak-injak.

Korlap aksi, Sumi Harsono mengatakan bahwa semua elemen masyarakat yang ada di Sidoarjo ini menolak keras keberadaan HRS. Menurutnya, tidak pantas seorang habib selalu memprovokasi dan memecah belah umat Islam.

"Karena kehadirannya, Habib Rizieq ini justru tidak membuat umat Islam kuat. Dan anak-anak bangsa juga tidak menjadi satu kesatuan yang kuat. Tapi justru kehadirannya Rizieq ini mengarah kepada provokasi perpecahan," kata Sumi kepada wartawan di lokasi unjuk rasa, Sabtu (21/11/2020).

"Ini merupakan murni dari hati nurani warga Sidoarjo sebagai anak bangsa. Sebagai bagian umat Islam yang tidak rela, kalau umat Islam dan anak-anak bangsa ini dipecah belah dengan provokasi yang dilakukan oleh Habib Rizieq," tambahnya.

"Maka ini merupakan perlawanan, bagian umat Islam masyarakat Sidoarjo. Dan kami menolak kedatangan Rizieq ke Jawa Timur khusus ke Sidoarjo," kata Sumi.

Sumi menyatakan, pihaknya memberikan dukungan penuh kepada pemerintah pusat, khususnya aparat keamanan TNI dan Polri, untuk mengambil langkah-langkah yang dianggap penting demi menyelamatkan NKRI. supaya mengambil tindakan yang tegas terhadap Rizieq apabila mengarah adanya perpecahan bangsa.

"Kami masyarakat Sidoarjo bersama elemen-elemen ormas Islam Sidoarjo. Meminta pemerintah pusat untuk mengambil langkah dan sikap yang lebih tegas. Kalau perlu FPI itu di bubarkan," pungkas Sumi.(cat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...