Rabu, 21 April 2021 14:22

Turun ke Jalan, Aksi Massa Komunitas Gusdurian Rembol 76 Tolak Kedatangan HRS di Jatim

Selasa, 24 November 2020 16:23 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nanang Fachrurrozi
Turun ke Jalan, Aksi Massa Komunitas Gusdurian Rembol 76 Tolak Kedatangan HRS di Jatim
Ratusan massa yang mengatasnamakan diri sebagai Komunitas Gusdurian Rembol 76 atau Santri Suroboyo, ngeluruk Kantor Gubernur Jawa Timur menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Jawa Timur, Selasa (24/11/2020). (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ratusan massa yang mengatasnamakan diri sebagai Komunitas Gusdurian Rembol 76 atau Santri Suroboyo, ngeluruk Kantor Gubernur Jawa Timur menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Jawa Timur, Selasa (24/11/2020).

Dari pantauan, aksi unras (unjuk rasa) yang dilakukan oleh Komunitas Gusdurian Rembol 76 atau Santri Suroboyo ini dilakukan pukul 09.00 WIB, diikuti ratusan pendemo dengan mengendarai roda dua sebagai bentuk penolakan rencana kedatangan HRS di Jawa Timur.

Gareng, Korlap Aksi, membuka aksi dengan doa dan selawatan, serta berorasi di depan para massa aksi dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan "Rembol 76/Santri Suroboyo menolak kedatangan Habib Rizieq ke Jawa Timur. Kami Cinta NKRI dan Pancasila".

"NKRI sampai mati, salam satu komando, wani. Kita di sini sebagai aksi menolak dan kami arek-arek Jawa Timur menolak dan melawan yang akan merongrong bangsa ini," teriak Gareng berorasi.

BACA JUGA : 

Ancam Bunuh Mahfud MD, Kini Mastur Minta Maaf dan Mohon Diselesaikan di Luar Hukum

​Gusdurian Mojokutho Kediri Kirim Bantuan untuk Korban Banjir di Jombang

Bantu Warga Terdampak Banjir, Gusdurian Mojokutho Pare Kirim Air Bersih ke Desa Besowo

Berbau FPI, Petugas Gabungan Turunkan Spanduk Bergambar HRS di Krian Sidoarjo

"Kalau ada Habib Rizieq ke Jawa Timur kita tolak apa tidakk...!!" pekik Gareng, dan spontan berbarengan dijawab massa aksi dengan "tolakkk!!".

"Kita tetap cinta, damai taat peraturan, kita tidak mau negara ini dikuasai oleh kaum radikal. Bela kiai sampai mati Arek Suroboyo wani, semoga semangat kita ini dinilai sebagai amal ibadah untuk membela NKRI," tegasnya.

"Kami berjuang untuk membela Pancasila. Saya berharap semua instansi dan elemen masyarakat di Surabaya menolak FPI dan Habib Rizieq di Jawa Timur, NKRI harga mati," pungkasnya. (nf/zar)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Rabu, 21 April 2021 06:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Mengerikan. Mobil mewah Tesla terbakar. Yang menjadi misteri, tak ditemukan mayat di kursi kemudi. Mayat hanya ditemukan di kursi samping dan jok belakang.Apa sistem autopilot yang jadi kebanggaan Tesla tidak berfung...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...