Sabtu, 15 Mei 2021 09:05

​Pengepungan Rumah Ibunda Mahfud MD, Ulama Asal Madura Ingatkan Habib Tak Bebas Dosa

Rabu, 02 Desember 2020 12:08 WIB
Editor: MMA
​Pengepungan Rumah Ibunda Mahfud MD, Ulama Asal Madura Ingatkan Habib Tak Bebas Dosa
Dr. KH. Malik Madani. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dr. KH. Malik Madani, ulama asal Madura yang juga mantan Katib Aam PBNU menilai bahwa kedatangan sekelompok orang yang melampiaskan kebencian ke rumah Siti Khotijah, ibunda Menko Polhukam Mahfud MD di Pamekasan, Madura, Selasa (1/12/2020) lalu merupakan fenomena baru bagi orang Madura. Sebab, kata Kiai Malik Madani, selama ini orang Madura menjunjung tinggi nilai luhur untuk tidak melawan pemerintah yang sah.

“Dalam budaya luhur Madura, ada 3 (tiga) pihak yang tidak boleh dilawan,” tegas Kiai Malik Madani, Rabu (2/12/2020).

Pertama, adalah kedua orang tua. Kedua, guru atau kiai. Ketiga, pemerintah. “Tapi kali ini nilai luhur itu dilanggar,” kata Kiai Malik Madani.

Kenapa? “Karena begitu kuatnya provokasi ajaran tentang cinta dan penghormatan kepada habaib yang melampaui batas, alias kebablasan. Seakan-akan mereka ma'shum (bebas dari dosa dan kesalahan). Padahal dalam ajaran Islam yang benar, hanya Rasulullah SAW yang ma'shum. Anak keturunannya tidaklah ma'shum,” kata ulama asal Kwanyar Bangkalan Madura yang sehari-harinya mengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

BACA JUGA : 

Sholat Idul Fitri di Masjid Muttaqien Laden Pamekasan Berlangsung Tertib

Penyekatan di Raya Ambat Pamekasan, Petugas Gabungan Cegat Pengendara yang Terindikasi Mudik

Satgas Covid-19 Pusat dan Polda Jatim Monitoring PPKM Mikro di Kabupaten Pamekasan

Berikan Kacamata, Mas Tamam Support Siswa SD Penderita Glukoma dan Mata Minus

Menurut dia, sangat tepat apa yang diungkapkan Al-Imam Hujjatul-Islam Abu Hamid Al-Ghazali: kullu maa jaawaza haddahu 'aada ilaa dliddihi. “Artinya, segala sesuatu yang melampaui batas yang seharusnya, akan kembali kepada kebalikannya. Cinta kepada habaib secara proporsional akan membawa dampak produktif. Tetapi manakala cinta itu sudah di luar batas yang seharusnya, ia akan menjadi kontra produktif, bahkan cenderung destruktif,” katanya.

Kiai yang alim kitab kuning ini berdoa, “Semoga Allah SWT menyadarkan tan-taretan Madhureh (saudara-saudara Madurakhususnya dan umat Islam Indonesia pada umumnya untuk kembali kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya yang penuh rahmat dan kasih sayang!,” (tim)

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Jumat, 14 Mei 2021 09:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan tentang Revolusi Energi edisi ke-3 makin menarik. Wartawan kondang itu mengajak Indonesia melawan tren dunia. Kita larang ekspor batu bara. Kita gunakan sisa batu bara semaksimal mungkin untuk memajuk...
Kamis, 13 Mei 2021 19:51 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...