Rabu, 28 Juli 2021 21:34

​Tewasnya 6 Pengawal Habib Rizieq, Mantan Waka BIN: Ada Misi lain Atau Kecerobohan Petugas

Selasa, 08 Desember 2020 13:51 WIB
Editor: mma
​Tewasnya 6 Pengawal Habib Rizieq, Mantan Waka BIN: Ada Misi lain Atau Kecerobohan Petugas
KH As'ad Said Ali. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Terjadinya aksi kekerasan antara anggota Polri dengan Laskar  Front Pembela Islam (FPI) di Karawang mengusik mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) KH. As’ad Said Ali.

“Mengusik saya untuk berbagi ilmu tentang “penguntitan”,” tulis Kiai As’ad Said Ali di akun facebooknya: As’ad Said Ali. 

Seperti diberitakan, 6 pengawal Habib Rizieq Shihab mati ditembak polisi di tol Jakarta-Cikampek Senin (7/12/2020). Peristiwa yang terjadi dini hari itu diakui Polda Metro Jaya sebagai penguntitan terhadap rombongan Habib Rizieq karena tersebar informasi akan ada pengerahan massa saat Imam Besar FPI itu diperiksa polisi.

Menurut Kiai As’ad Ali, istilah yang lazim dalam dunia intelijen adalah “penjejakan fisik” atau “physical surveillance”. “Tujuannya adalah untuk mengetahui keberadaan lawan,” lanjutnya.

BACA JUGA : 

Munarman, Eks Petinggi FPI Ditangkap Densus 88 Terkait Baiat Teroris

Ancam Bunuh Mahfud MD, Kini Mastur Minta Maaf dan Mohon Diselesaikan di Luar Hukum

Ingatkan Warga Terkait Larangan Penggunaan Simbol FPI serta Aktivitasnya, Sebar Maklumat Kapolri

Video Mahfud MD Berjoget Viral, Ini kata Menko Polhukam

Ia lalu menjelaskan, kalau penguntitan itu pakai mobil, maka mobil yang digunakan para penguntit minimal dua kali lipat dari jumlah mobil yang diikuti atau yang dikuntit.

“Kalau lawan curiga, penjejak bisa membatalkan misinya atau menekan lawan untuk menghentikan mobil, tetapi tetap berpura-pura tidak menjejaki yang bersangkutan. Misalnya mengatakan ada kesalahpahamanan,” kata Kiai As’ad Ali yang juga mantan Wakil Ketua Umum PBNU.

Ia menilai, kalau sampai terjadi aksi kekerasan, apalagi pembunuhan, maka misinya bukan surveillance. “Tetapi ada misi lain atau kecerobohan petugas. Walllahu a’lam,” tegas Kiai As’ad Ali.

Menurut dia, negara telah membentuk tim pencari fakta. “Semoga team bisa menjelaskan apa yang terjadi demi “kebenaran”. Rakyat nggak usah ikut ikutan, jaga diri dari ancaman Covid-19,” harapnya. (tim)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...